Kamis, 04 Juni 2015

INVERTEBRATA DAN VERTEBRATA



Paket 4
 Dunia Hewan Invertebrata dan Vertebrata

 Pendahuluan
Tubuh Animalia tersusun atas banyak sel yang terspesialisasi membentuk jaringan, sel eukariotik, cara makan bersifat heterotrof, makanan ditelan ke dalam tubuhnya. Filum yang termasuk kingdom animalia adalah: porifera, coelenterata, platyhelminthes, nemathelminthes, mollusca, annelida, arthropoda, echinodermata, dan arthropoda.
          Porifera. Tubuh Porifera masih diorganisasi pada tingkat seluler, artinya tersusun atas sel-sel yang cenderung bekegiatan secara mandiri, masih belum ada koordinasi antar sel satu dengan sel lainnya. Kata Porifera berasal dari kata latin ”pori” = lubang, ”faro” = mengandung. Kata tersebut menunjukkan kekhususan hewan yang bersangkutan, yaitu memiliki lubang-lubang kecil sehingga disebut ”hewan berpori-pori”. Bila dibandingkan dengan susunan tubuh Protozoa, susunan tubuh Porifera lebih kompleks, sebab tubuhnya tidak lagi terdiri dari atas satu sel melainkan banyak sel. Oleh karena itu beberapa ahli memasukkan Porifera dalam kelompok Metazoa, walaupun dalam tingkat rendah, tapi karena belum membentuk jaringan, para ahli mengelompokkan ke dalam parazoa,  Contohnya : Spongia officinalis (hewan spons)
            Coelenterata. Coelenterata berasal dari kata Yunani yaitu : ”koilos” = rongga, ”enteron” usus, sering disebut hewan berongga. Coelenterata merupakan hewan yang tidak mempunyai usus yang sesungguhnya (coelom), pemberian nama dengan istilah ”hewan berongga” belumlah tepat.  Coelenterata hanya mempunyai sebuah rongga sentral dalam tubuh (Coelenteron). Dalam kenyataan   Coelenteron tersebut merupakan alat yang berfungsi ganda yaitu sebagai alat pencernaan dan sebagai alat pengedar sari-sari makanan ke seluruh tubuh. Coelenterata mempunyai 3 kelas yaitu: 1). Hydrozoa,   Contohnya: Hydra sp, 2) Scyphozoa. Contohnya : Aurelia aurita (ubur-ubur)   dan 3). Anthozoa. Contohnya : Gorgonia sp (kipas laut).
            Platyhelminthes. Platyhelminthes berasal dari kata Yunani yaitu : ”platy” = pipih, ”helminthes’= cacing. Bila dibandingkan dengan Coelenterata, kedudukan Platyhelminthes setingkat lebih maju. Hal ini karena tubuh cacing ini bilateral simetris, arah tubuh jelas yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang), triploblastik (3 lapisan tubuh), hermaprodit, tubuh belum mempunyai coelom yang sebenarnya. Platyhelminthes terdiri dari 2 kelas 1). Cestoda yaitu cacing pita, contohnya : Raillietina sp (cacing pita pada ayam), Taenia saginata (cacing pita pada sapi), 2). Trematoda yaitu cacing bentuk daun, contohnya : Fasciola hepateca (cacing hati)
            Nemathelminthes. Tubuh panjang dengan permukaan tubuh halus dan mengkilat. Hidup di air tawar, air asin, pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Tidak beruas-ruas, triploblastik, bilateral simetris, badan berbentuk silinder panjang, tidak bersilia, seks terpisah (dioceous). Contohnya : Ascaris lumbricoides (cacing gelang pada manusia).
            Annelida. Berasal dari bahasa latin ”annulus” = cincin. Mempunyai coelom yang sebenarnya, tubuh terbagi atas ruas-ruas, tubuh dilapisi oleh kutikula, mempunyai sekat tubuh yang disebut septum. Contohnya : Lumbricus terestris (cacing tanah).           
          Mollusca. Tubuh bilateral simetris, tidak beruas-ruas dan mempunyai cangkok dari CaCO3. tubuh kerang, kepah, dan siput biasanya tersimpan di dalam cangkok sehingga tidak tampak dari luar. Bila keadaan aman tubuh dijulurkan keluar dan tampak pertama kali adalah kakinya. Antara tubuh dan cangkok ada selaput disebut mantel. Contohnya ; Trochus niloticus, Achatina fulica, dll
            Arthropoda.  Jumlah arthropoda lebih banyak daripada semua species dari phylum yang lain, tubuh mempunyai appendage, bilateral simetris, tubuh dibungkus oleh kitin. Contohnya : Scylla serrata (kepiting), Cambarus sp (udang), Periplaneta americana (kecoak).
            Echinodermata. Echinodermata berasal dari kata Yunani.”Echinos”=duri dan ”derma”=kulit. Hewan ini meliputi : 1) Bintang laut (Kelas Asteroidea), contohnya : Asterias sp, 2) Bintang ular (Kelas Ophiuroidea), contohnya : Ophiothrix  sp,             3) Landak laut (Kelas Echinoidea), contohnya : Arbacia sp 4) Lili laut (kelas Crinoidea), contohnya:Crinoidea (lili laut) dan 5). Tripang laut (Kelas Holothuroidea), contohnya : Cucumaria sp.
Hewan chordata (”chorda” = batang) artinya hewan yang telah mempunyai tulang belakang tapi masih lentur. Disebut vertebrata (”vertebrae”=ruas-ruas tulang belakang) karena hewan ini mempunyai tulang belakang di samping itu hewan vertebrata  mempunyai sistem organ yang lebih  sempurna dibandingkan dengan invertebrata. Dengan pemberian penjelasan dan disertai dengan gambar preparat akan mempermudah mahasiswa untuk lebih mengenal, mengerti dan mengkategorikan vertebrata berdasarkan bentuk luar (morfologi).
Pada bab  ini juga akan dijelaskan pengertian dan pengklasifikasian vertebrata. Vertebrata terbagi atas 5 kelas yaitu 1). Pisces, contohnya yaitu ikan Mas (Cyrinus carpio), 2). Amphibi, contohnya kodok (Bufo sp), 3). Reptil, contohnya kadal (Mabaouya multifasciata) 4). Aves, contohnya ayam (Gallus gallus) dan 5). Mamalia, contohnya kelinci (Lepus sp). Dosen akan menjelaskan ciri-ciri morfologi dari tingkatan kelas dari vertebrata yang paling sederhana yaitu pisces sampai ke tingkatan kelas yang paling sempurna yaitu mamalia.



Rencana Pelaksanaan Perkuliahan

 


Kompetensi Dasar

Menyusun dasar-dasar pengertian dan klasifikasi dunia hewan invertebrata dan chordata

Indikator

1.      Menjelaskan pengertian hewan invertebrata
2.      Menjelaskan pengertian hewan chordata

 

Materi Pokok

1.      Pengertian hewan invertebrata
2.      Pengertian hewan chordata

Kelengkapan Bahan Perkuliahan
1.     Slide Power Point (terlampir) 4.1
2.    Handout Mahasiswa
3.    Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM) 4.1
4.    Lembar Uraian Materi
5.    Alat : LCD dan komputer

Langkah-langkah Perkuliahan

Waktu
Langkah perkuliahan
Metode
Bahan

5’

10’












10’












25’


25’






10’

Kegiatan Awal (15’)
§ Brainstorming dan matrikulasi materi.
§ Dosen bertanya jawab dengan mahasiwa tentang materi sebelumnya selanjutnya dosen memberi “pancingan” tentang materi berikutnya yaitu hewan invertebrata dan chordata
§ Menjelaskan pengertian invertebrata dan chordata, serta beberapa contohnya
Kegiatan Inti (70’)
§ Mahasiswa dilatih menemukan sendiri konsep pengertian invertebrata dan chordata memberikan panduan dengan berbagai gambar yang ditunjukkan dalam slide power point
§ Mahasiswa merumuskan berbagai hewan  invertebrata dan chordata
§ Mahasiswa dibagi kelompok:
§ Kelompok 1 mengamati morfologi hewan  invertebrata porifera, coelenterata, platyhelimnthes, dan nemathelminthes
§ Kelompok 2  mengamati morfologi hewan invertebrata annelida, molusca, arthropoda, dan echinodermata.
§ Mahasiswa bekegiatan dan berlatih melakukan klasifikasi secara berkelompok
§ Secara individual mahasiswa juga melakukan kelasifikasi secara mandiri dg cara menggambar dan mengamati preparat sesuai dengan referensi.
§ Curah pendapat tentang materi invertebrata
§ Perwakilan kelompok menyampaikan secara lisan hasil diskusi mereka, dan kelompok lain menanggapi (kondisional).

Tanya jawab













Diskusi







Presentasi


Praktikum















Power point







Power point


LKM 4.1





























Kegiatan Penutup  (5’)


5’
§ Dosen dan mahasiswa menyimpulkan konsep dasar pengertian invertebrata dan chordata.
§ Dosen dan mahasiswa melakukan refleksi tentang konsep dasar pengertian invertebrata dan chordata yang telah dibahas bersama
Presentasi
Uraian Materi













10’
Kegiatan Tindak Lanjut
Mahasiswa membuat rangkuman kemudian dosen memberi informasi tentang perkuliahan akan datang serta menyimpulkan bahwa semua preparat merupakan makhluk Allah S.W.T dan mahasiswa membuktikan ciptaan dan kuasa-Nya.

Uraian Materi


























Lembar Kegiatan Mahasiswa 4.1
Invertebrata
Invertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Hewan hewan yang termasuk invertebrata adalah porifera, coelenterata, platyhelminthes, nemathelminthes, mollusca, annelida, arthropoda, echinodermata, dan arthropoda. Pada taksonomi terbaru protozoa tidak dimasukkan dalam dunia hewan karena struktur tubuhnya masih satu sel. Hewan memiliki ciri utama, yaitu tubuhnya tersusun atas banyak sel dan sel-sel tersebut telah mengalami deferensiasi.

Tujuan
1.      Untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan ciri morfologi hewan invertebrata porifera, coelenterata, platyhelminthes, dan nemathelminthes
2.      Untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan ciri morfologi jenis hewan invertebrata annelida, mollusca, arthropoda, dan echinodermata

Bahan dan Alat
1.      Bahan untuk porifera (hewan berpori): Spongia officinalis (hewan spons).
2.      Bahan untuk coelenterata (hewan berongga) : Gorgonia sp (kipas laut).
3.      Bahan untuk Platyhelminthes (cacing pipih) : Taenia saginata (cacing pita pada sapi),
4.      Bahan untuk Nemathelminthes (cacing gilig) ; Ascaris lumbricoides (cacing gilig pada manusia).
5.      Bahan untuk Annelida : Lumbricus terestris (cacing tanah).
6.      Bahan untuk Mollusca (hewan lunak): Achatina fulica (bekicot).
7.       Bahan untuk Arthropoda (hewan berbuku-buku) : Periplaneta americana (kecoak).
8.      Bahan untuk Echinodermata (hewan berduri): Asterias sp (bintang laut).
9.      Bahan praktikum: formalin dan alkohol, tissue.
10.  Alat praktikum mikroskop: cawan petri, pipet tetes, pinset , kaca benda, kaca penutup.
11.  Referensi hewan rendah Judul buku: Invertebrate Zoology karangan Hegner,R.W and Engemann, J.G. 1991.

Langkah Kegiatan
1.      Ambil contoh spesimen preparat praktikum baik dari lingkungan atau preparat awetan dari laboratorium.
2.       Perhatikan preparat tersebut, amati morfologi, gambar tubuh preparat hewan tersebut dan beri keterangan sesuai dengan referensi Invertebrate Zoology karangan Hegner,R.W and Engemann, J.G. 1991.
3.      Kemudian lakukan klasifikasi preparat yang ada sampai tingkat takson yang diketahui.
4.       Buatlah laporan praktikum secara individu (format terlampir).

Pertanyaan Diskusi
1.      Apa persamaan dan perbedaan contoh preparat porifera dan coelenterata?
2.      Bagaimana klasifikasi Taenia saginata dan Lumbricus terestris?
3.      Apa persamaan dan perbedaan contoh preparat arthropoda dan echinodermata?
4.      Bagaimana klasifikasi Scylla serrta (kepiting)?




Rencana Pelaksanaan Perkuliahan

 


Kompetensi Dasar

Menyusun dasar-dasar pengertian dan klasifikasi dunia hewan vertebrata meliputi pisces, amphibi, reptil, aves dan mamalia

Indikator

1.      Menjelaskan pengertian hewan vertebrata
2.      Menjelaskan anatomi perbandingan dari pisces, amphibi, reptil, aves, dan mamalia

 

Materi Pokok

1.      Pengertian hewan vertebrata
2.      Pengertian anatomi perbandingan dari pisces, amphibi, reptil, aves, dan mamalia

Kelengkapan Bahan Perkuliahan
1.      Slide Power Point (terlampir) 4.2
2.      Handout Mahasiswa
3.      Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM) 4.2
4.      Lembar Uraian Materi
5.      Alat : LCD dan komputer

Langkah-langkah Perkuliahan

Waktu
Langkah perkuliahan
Metode
Bahan

5’

10’












10’












25’


25’






10’

Kegiatan Awal (15’)
§ Brainstorming dan matrikulasi materi.
§ Dosen bertanya jawab dengan mahasiwa tentang materi sebelumnya selanjutnya dosen memberi “pancingan” tentang materi berikutnya yaitu hewan vertebrata
§ Menjelaskan pengertian vertebrata serta beberapa contohnya
Kegiatan Inti (70’)
§ Mahasiswa dilatih menemukan sendiri konsep pengertian vertebrata memberikan panduan dengan berbagai gambar yang ditunjukkan dalam slide power point
§ Mahasiswa merumuskan berbagai hewan  vertebrata
§ Mahasiswa dibagi kelompok:
§ Kelompok 1 mengamati morfologi hewan  vertebrata materi ikan (pisces)
§ Kelompok 2  mengamati morfologi hewan vertebrata kodok (amphibi).
§ Mahasiswa bekegiatan dan berlatih melakukan klasifikasi secara berkelompok
§ Secara individual mahasiswa juga melakukan kelasifikasi secara mandiri dg cara menggambar dan mengamati preparat sesuai dengan referensi.
§ Curah pendapat tentang materi vertebrata
§ Perwakilan kelompok menyampaikan secara lisan hasil diskusi mereka, dan kelompok lain menanggapi (kondisional).

Tanya jawab













Diskusi







Presentasi


Praktikum















Power point







Power point


LKM 4.2





























Lembar Kegiatan Mahasiswa 4.2
Vertebrata
Pengantar
Vertebrata terbagi atas 5 kelas yaitu 1). Pisces, contohnya yaitu ikan Mas (Cyrinus carpio), 2). Amphibi, contohnya kodok (Bufo sp), 3). Reptil, contohnya kadal (Mabaouya multifasciata) 4). Aves, contohnya ayam (Gallus gallus) dan 5). Mamalia, contohnya kelinci (Lepus sp). Dosen akan menjelaskan ciri-ciri morfologi dari tingkatan kelas dari vertebrata yang paling sederhana yaitu pisces sampai ke tingkatan kelas yang paling sempurna yaitu mamalia.
          Sifat-sifat ikan yang penting untuk diidentifikasi yaitu: (berdasarkan buku Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Jilid I dan II karangan Hasanuddin Saanin) :

1). Sirip
          Rumus sirip adalah suatu rumus yang menggambarkan bentuk dan jumlah jari-jari sirip, serta bentuk dari siripnya sendiri. Jenis-jenis sirip antara lain:
a. Jari-jari keras dengan ciri-ciri:
·         Tidak beruas-beruas
·         Tidak dapat dibengkokkan
·         Biasanya berduri, cucuk atau patil
·         Pejal, tidak berlubang
·         Dinotasikan dengan huruf romawi (I, II, dst).
b. Jari-jari lemah dengan ciri-ciri :
·         Biasanya bening, seperti tulang rawan, mudah dibengkokkan
·         Mungkin sebagian mengeras atau mengeras, pada satu samping bergerigi, bercabang atau saru sama lain berhimpitan
·         Berbuku-buku (beruas-ruas)
·         Bentuk berbeda-beda tergantung jenis ikannya
·         Dinotasikan dengan angka biasa (1,2,3 dst)

2). Perbandingan Ukuran Badan
·         Panjang biasa : Jarak garis lurus antara ujung bagian kepala yang terkemuka (ujung rahang paling muka) dengan pelipatan pangkal sirip ekor.
·         Panjang seluruhnya : jarak garis lurus antara ujung bagian kepala yang paling muka dengan ujung sirip ekor paling belakang.
·         Tinggi badan : jarak antara pangkal sirip punggung samapi pangkal sirip ekor
·         Tinggi batang ekor : jarak terendah dari pelipatan atau pangkal ekor
·         Panjang batang ekor : jarak miring antara tepi caudal dasar sirip dubur dengan pangkal jari-jari tengah sirip ekor.
·         Panjang dasar sirip punggunng atau sirip dubur : jarak antara pangkal jari-jari pertama sampai selaput sirip di belakang jari-jari terakhir
·         Panjang bagian muka sirip punggung : jarak antara ujung hidung (antara bibir) hingga ke pangkal jari-jari pertama sirip punggung
·         Panjang kepala : jarak antara ujung depan hidung sampai tepi belakang keping tutup insang.
·         Tinggi kepala : panjang garis tegak antara pertengahan kepala sampai ke bawah
·         Lebar mata : panjang garis tengah rongga mata

3). Bentuk dan jumlah sisik Linea lateralis
          Untuk menghitung jumlah sisik pada Linea lateralis dimulai  dari sisik belakang lengkung bahu sampai sisik pada permulaan pangkal ekor, atau pada ruas tulang belakang bagian ekor yang terakhir. Untuk menghitung jumlah sisik di atas dan di bawah Linea lateralis yaitu dengan membuat garis tegak dari permulaan secara makroskopis tampak garis-garis simetris dan radier.
sirip punggung pertama hingga pertengahan dasar perut, menghitung jumlah sisik yang dilalui oleh garis rusuk. Disamping itu bisa juga dengan cara mengambil garis tegak dari ujung dasar sirip perut (jari-jari terakhir) ke sirip punggung (jari-jari pertama).

4).  Sisik (Squama)
         Pada Pisces ada 4 tipe sisik, antara lain :
·         Cycloid : berbentuk sirkuler atau ovoid Ctenoid : pada tepi luarnya teradapat rigi-rigi seperti duri, sedangkan pada tepi yang melekat terdapat tonjolan untuk memperkuat perlekatannya.
·         Ganoid : sebagian besar tipe sisik ini terdiri dari lapisan tulang, pada permukaan luarnya diselubungi email yang dibetuk oleh corium.
·          Placoid : tipe sisik paling primitif.

5). Caput  (kepala ) pada amphibi berbentuk segitiga, dengan moncong tumpul, celah mulut lebar, bentuk kurang lebih seperti bulan sabit. Pada bagian dorsal dari moncong katak terdapat nares (lubang hidung kecil). Mempunyai sepasang mata yang terletak pada sekitas  apex caput berukuran besar dan menonjol. Kelopak mata atas palbebra superior tebal dan berdaging, kelopak mata bawah palbebra inferior tipis dan dapat digerakkan. Pada bagian dalam dari kelopak mata terdapat selaput tipis disebut membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi bola mata.
            Dekat caudal mata terdapat daerah membulat berupa kulit yang disebut membrana tympanum sebagai alat pendengar. Pada ventral caudal kelopak mata terdapat (samping kiri kanan) ada sedikit tonjolan yang disebut kelenjar paratoid bentuknya kurang lebih oval atau bulat panjang.
            Ekstremitas anterior (alat gerak bagian depan)   terdiri dari brachium (lengan atas), antebrachium (lengan bawah), manus (telapak tangan) dan digiti (jari-jari) berjumlah 4 buah jari. Ekstremitas posterior (alat gerak bagian belakang)   terdiri dari femur (paha), crust (betis), pes (telapak kaki) dan digiti (jari-jari) berjumlah 5 buah jari.


Tujuan
1.       Untuk menemukan ciri-ciri pisces dan amphibi yang penting untuk identifikasi.
2.       Untuk melakukan diskripsi, determinasi dan klasifikasi pada pisces dan amphibi.

Bahan dan Alat
1.      Bahan segar atau awetan dari pisces meliputi Cyprinus carpio (ikan mas)
2.      Bahan segar atau awetan dari amphibi meliputi  Bufo sp (kodok).
3.      Bahan praktikum: formalin dan alkohol,  tissue.
4.       Alat praktikum: mikroskop, cawan petri, pipet tetes, pinset , kaca benda, kaca penutup.
5.      Referensi hewan   buku Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Jilid I dan II karangan Hasanuddin Saanin.

Langkah Kegiatan
1.      Gambarkan morfologi preparat pisces dan amphibi yang telah tersedia lengkap dengan keterangannya !
2.      Gambarkan tipe sisik pisces sesuai dengan preparat!
3.      Gambarkan tipe sirip dan tulis rumus sirip pisces !
4.      Hitung jumlah sisik di atas dan di bawah linea lateralis dari pisces
5.      Gambar bentuk sirip ekor dari pisces!
6.      Buat identifikasi dengan menggunakan referensi hewan   buku Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Jilid I dan II karangan Hasanuddin Saanin.
7.      Buatlah diskripsi preparat dilengkapi dengan gambar literatur !
8.      Buatlah klasifikasi pada tiap-tiap preparat !
9.      Buatlah laporan praktikum secara individu (format terlampir).

Pertanyaan Diskusi
1.      Apa ciri-ciri spesifik dari pisces dan amphibi?
2.      Bagaimana klasifikasi dari ikan bandeng dan katak?.






Uraian Materi 4
Dunia Hewan Invertebrata dan Vertebrata
4.1. Pengertian Invertebrata
Dunia Invertebrata (hewan tingkat rendah ) ada 9 phylum yaitu:
1)      Protozoa. Hewan bersel tunggal (unisel), bentuknya sederhana, hidup di perairan, hidup bebas, adakalanya bersifat parasit. Contohnya: Plasmodium sp.
2)      Porifera. Merupakan hewan bersel banyak (multiseluler) atau bersel banyak. Merupakan phylum antara Protozoa dan Coelenterata sehingga disebut hewan Parazoa (hewan antara atau hewan samping). Mempunyai pori-pori yang banyak, tubuh tidak dilengkapi dengan appendiks (anggota gerak), belum memilki saluran pencernaan. Contohnya : Spogia sp (hewan berpori).

 

Gambar 4.1.1 Spongia sp (Hewan Spons)

3)      Coelenterata. Merupakan hewan yang berongga, tidak mempunyai usus yang sesungguhnya, karena belum berfungsi seperti hewan yang lebih kompleks. Tubuh radial simetris, diploplastik. Contohnya : Gorgonia sp (kipas laut).

Gambar 4.1.2  Gorgonia sp (Kipas Laut)

4)      Platyhelminthes. Merupakan cacing pipih, bilateral simetris, triploblastis (ada 3 lapisan tubuh), hermaprodit, tidak mempunyai rongga tubuh yang sebenarnya (coelom). Contohnya: Fasciola hepateca (cacing hati), Taenia saginata (cacing pita pada sapi).

 
Gambar 4.1.3  Taenia sp (Cacing Pita pada Sapi)
(www.ribbitphotography.com))

5)      Nemathelminthes. Cacing berbentuk bulat panjang, atau gilig, kedua ujung runcing, hidup secara kosmopolitan, tidak beruas-ruas, triploblastik, bilateral simetris, tidak bersilia, dioceous. Contohnya : Ascaris lumbricoides (cacing perut pada manusia).

Gambar 4.1.4 Ascaris lumbricoides

6)      Annelida. Mempunyai rongga tubuh yang sebenarnya dilapisi oleh epidermis yang disebut peritoneum, ada saluran pencernaan, tubuh terbagi ruas-ruas yang disebut metameri. Pada bagian anterior disebut prostomium. Tubuh dilapisi oleh kutikula. Pada rongga tubuh ada septum. Contohnya : Lumbricus terestris (cacing tanah).
7)      Mollusca. Tubuh bilateral simetris, tidak beruas-ruas, mempunyai cangkok dari CaCo3, tubuhnya lunak. Contohnya : Loligo sp (cumi-cumi), Achatina fulica (bekicot).
8)      Arhropoda. Berasal dari bahasa latin Arthrus = berbuku-buku, podos = kaki.. Merupakan phylum terbesar dari dunia hewan. Mempunyai appendage (anggota tubuh) yang beruas, tubuhnya bilateral simetris, terbungkus oleh kitin. Contohnya: Scylla serrata (kepiting),  Disosterina carolina (serangga).


Gambar 4.1.5 Scylla serrata (kepiting) 


9)      Echinodermata

 Hewan yang kulitnya berduri (echinos =duri, derma = kulit), tubuh simetris radial, saluran pencernaan sederhana, respirasi dengan papullae, kelamin dioceous. Contohnya : Asterias sp (bintang laut), Temnopleurus sp (landak laut)


Gambar 4.1.6 Asterias sp (Bintang Laut)
(www.marine.csiro.au)


Gambar 4.1.7Temnopleurus sp (Bintang Laut)

4.2 Pengertian Chordata
Diantara semua kelas pada Invertebrata, Kelas Echinodermata (merupakan kelas terakhir dalam phylum Invertebrata) mempunyai sejumlah ciri penting yang dimiliki oleh Chordata bila dibandingkan dengan kelas Invertebrata yang lain. Perbedaan yang jelas antara Invertebrata (achordata) dengan Verebrata (chordata) ada tiga pokok dasar yaitu : notochord (batang penyokong tubuh), nervecord (batang syaraf) dan gill slits (celah insang) pada farink. Jadi Chordata artinya hewan yang mempunyai chorda= batang.
”Apa ciri –ciri penting tersebut?” Pada Echinodermata dan Chordata, pada fase gastrulasi: lubang pertama embrio membentuk anus, dan lubang kedua membentuk mulut . Hal inilah disebut dengan deuterostomia (mulut kedua). Sedangkan pada kelas Invertebrata yang lain bersifat prostotomia (mulut pertama).
Beberapa contoh  chordata sebagai berikut:
1)      Hemichordata disebut juga adelochordata yaitu chorda yang tidak tampak.   Kedudukan Hemichordata dengan Chordata tidak begitu tampak. Hewan ini berbentuk seperti cacing cenderung seperti hewan invertebrata.
2)      Urochordata disebut juga Tunicata. (Yunani: Uro = ekor, chorda = batang). Terdapat notochorda pada ekor pada masa larva saja.
3)      Cephalochordata (Yunani : cephal = kepala, chorda = batang).  Bentuk seperti ikan. Ciri Cephalochordata dengan Chordata jelas sekali bila dibandingkan dengan Hemichordata dan Urochordata. Oleh karena  itu Cephalochordata disebut Euchordata.
Beberapa ahli zoologi memasukkan Hemichordata, Urochordata dan  Cephalochordata sebagai kelompok Acraniata( tidak ada tulang tengkorak)
4)      Agnatha. (Yunani : a = tidak, gnatha = rahang). Contohnya Cyclostomata
5)      Gnatostomata. Hewan yang sudah mempunyai rahang
6)      Vertebrata (hewan tingkat tinggi).
Agnatha, Gnatostomata dan Vertebrata sebagai kelompok Craniata   (ada tulang tengkorak)

Latihan
1.      Jelaskan perbedaan invertebrata dengan chordata ?
2.      Mengapa chordata disebut hewan transisi antara invertebrata dengan vertebrata ?

4.3 Pengertian Vertebrata
Hewan tingkat tinggi disebut hewan vertebrata,mengapa disebut demikian?” Vertebrata berasal dari unsur kata vertebrae = ruas tulang belakang. Artinya hewan yang mempunyai tulang belakang. ”Apa perbedaan dengan Invertebrata?” Silakan simak ciri-ciri khusus vertebrata yang tidak dijumpai pada Invertebrata.
Ciri khusus vertebrata yaitu :
1)      Tubuh dibungkus oleh epidermis dan dermis dengan banyak kelenjar mukosa (bagi yang hidup di air). Kedua lapisan ini pada ikan tertutup sisik. Pada hewan darat kulit sebelah luar biasanya menanduk (keras).
2)       Endoskleton pada vetebrata rendah berupa tulang rawan, sedang pada vetebrata tinggi berupa tulang keras. Skleton merupakan penyokong  dan pelindung untuk organ yang penting. Cranium melindungi otak. Columna vertebralis tersusun mulai dari dasar cranium sampai dengan ekor.
3)      Pada skeleton terdapat muscle (otot daging) yang berfungsi untuk bergerak (berpindah tempat).
4)      Tractus digestivus. (sistem pencernaan) terdapat memanjang disebelah ventral dari rongga mulut (rima oris) berakhir sampai anus atau kloaka.
5)       Sistem circulatoria (sistem sirkulasi) terdiri atas cor (jantung) dan pembuluh darah vena-arteri.
6)      Sistem respiratoria (respirasi), pada vertebrata rendah seperti ikan bernapas dengan insang, untuk vertebrata tinggi yang hidup di darat bernapas dengan paru-paru.
7)      Sistem extretoria (pengeluaran), terdiri atas sepasang ginjal (ren). Pada vertebrata rendah alat ekskresi tidak bersegmen dan hanya berfungsi membersihkan saja. Kandung kencing (vesica urinaria) sebagai penampang air kencing sementara dan selanjutnya dibuang ke luar tubuh.
8)      Sistem nervosum (syaraf).
9)      Sistem endocrine (hormon). Terdapat sejumlah kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon yang diangkut oleh darah yang berperan dalam proses-proses dalam tubuh, sebagai alat koordinasi.
10)   Sex. Pada umumnya terpisah antara jantan dan betina.      

Phylum Vertebrata dibagi dalam 5 kelas yaitu :
1)   Pisces (Ikan)
Pertama-tama harus kita ketahui bahwa hewan yang paling primitive yaitu agnatha. (a= tidak, gnatha = rahang)  Sesuai dengan namanya maka hewan ini sangat sederhana dibandingkan dengan hewan yang lain yang lebih tinggi derajatnya. Termasuk dalam kelas ini adalah Ostracoderma sudah punah, sedangkan yang masih hidup yaitu Cyclostamata (Gr. Cyclus = bulat, stoma = mulut). Hewan yang belum mempunyai rahang dan sistem mulut seperti cacing.
Setelah memahami pengertian  agnatha, kita akan mengenal Chondrichytyes (Gr. Chondros = tulang rawan, ichthyes= ikan). Merupakan ikan paling rendah mempunyai columna vertebralis sempurna yang terpisah satu dengan yang lain sehingga mudah digerakkan (mmbengkokkan tubuhnya). Mempunyai tulang rahang dan beberapa appendage (anggota gerak) berupa pinna (sirip), hidup di laut. Ciri-ciri yang paling menonjol yaitu mempunyai sisik (squama) dengan banyak lendir (mucosa). Contoh ikan Chondrichytyes yaitu ikan Pari dan ikan Hiu.
Disamping ikan tulang rawan (Chondrichytyes) tentunya juga ada ikan tulang  keras (Osteichthyes). Berdasarkan namanya sudah pasti ikan ini mempunyai tulang keras terbungkus oleh sisik, berenang dengan sirip, bernapas dengan insang. Hidup di air tawar dan laut.
Ingin tahu ciri-ciri khususnya?”  Marilah kita simak.  Osteichthyes. (Ikan bertulang sejati) kulit banyak mengandung kelenjar lendir, sisik bermacam-macam jenisnya, bisa diamati di bawah mikroskop pada saat praktikum. Macam-macam sisik cycloid, ctenoid, ganoid) namun ada kalanya juga tidak bersisik, kalian tahu ikan apa ? Sebutkan ! Sirip biasanya disokong oleh jari-jari keras dan lemah, amati saat praktikum, selanjutnya apakah ikan berkaki?  Disamping itu Osteichthyes pasti telah punya cor, gonad (organ reproduksi).
Gambar 4.2.1
Ikan Mas (Cyprinus carpio )
( www.aquapena.com )
2)  Amphibi
Amphibi (Yunani. Amphi = rangkap, bios = hidup). Ada dua fase kehidupan bisa di air dan di darat. “Apa persamaan amphibi dengan ikan?” Ternyata amphibi dan ikan sama hidup di air,” Bagaimana amphibi bisa hidup di darat?”.
 Ciri-ciri ini amphibi mempunyai kesamaan ciri dengan reptil yaitu mampu hidup di darat. “Mengapa amphibi bisa hidup darat?”. Amphibi mempunyai ciri-ciri sebagai pola kehidupan di darat, misalnya : kaki (“apakah ikan berkaki”?), pulmo (“apakah ikan berpulmo?”), nares/nostril (hidung) berhubungan dengan cavum oris (rongga mulut), kulit selalu berlendir, skleton sudah jelas dan keras, cor ada tiga ruang (“bagaimana dengan cor ikan?”), bernapas dengan insang, kulit dan pulmo, suhu tubuh berubah-ubah tergantung pada suhu lingkungannya (poikilothermis.) “Bagaimana dengan ikan?” Fertilisasi bisa  eksternal dan internal, kebanyakan ovipar.

Gambar 4.2.2
Spesimen dari Amphibi (Katak = Rana sp)
(www.ribbitphotography.com )

“Bagaimana amphibi bisa hidup di darat?”.  Hal ini dapat diketahui dengan adanya modifikasi tubuh untuk berjalan di darat, namun masih mempunyai kemampuan hidup di air. Adanya kaki sebagai pengganti beberapa pasang sirip pada ikan. Pergantian insang oleh pulmo, merubah sistem sirkulasi untuk keperluan respirasi dengan pulmo dan kulit dan mempunyai alat sensoris berfungsi baik di udara dan di air.
Gambar 4.2.3
Spesimen dari Amphibi (Kodo =Bufo sp)
( www.polywog.co.uk )


1)   Reptil
Berikut ini  akan dijelaskan tentang  hewan vertebrata tingkat tinggi yang hidup di darat yaitu: Reptil. Contohnya : Kadal (Mabouya multifasciata), Penyu (Chelonia sp), Buaya (Alligator sp), dll.
Untuk lebih mengenal reptil, akan di bahas ciri-cirinya sebagi berikut:
1. Tubuh dibungkus oleh kulit kering yang menanduk (tidak licin), biasanya dengan sisik atau carapace, mempunyai dua pasang anggota, tiap-tiap dengan 5 jari.
2.  Skeleton mengalami penulangan yang sempurna.
·         Cor sudah 4 ruang namun belum terpisah sempurna (“bagimana dengan cor ikan dan reptile”)? 
·         Pernapasan sudah dengan pulmo.
·         Fertilisasi sudah terjadi dalam tubuh (internal).
“Mengapa reptile mempunyai kemajuan bila dibandingkan dengan amphibi?.” Hal ini dapat ditunjukkan dengan: 1. Tubuh sudah terlindungi dengan penutup tubuh yang kering dan berupa sisik yang merupakan penyesuaian hidup menjauhi air. 2.  ekstremitas (anggota gerak) sesuai untuk gerak cepat. 3. Adanya kecenderungan kea rah pemisahan darah yang beroksigen dan tidak beroksigen dalam cor. 4. Sempurnanya proses penulangan . 5. Telur sesuai sekali untuk hidup di darat, kenapa? karena telur reptile sudah mempunyai membrane dan cangkok guna melindungi embrionya.
 
Gambar 4.2.4
Specimen Reptil (Kadal = Mabouya multifasciata)
(www.animalots.com )


Gambar 4.2.5
Specimen Reptil (Cecak= Hemidactylus sp)
(www.lostinflorence.splinder.com )



2)   Aves
Selangkah lebih maju derajad hidup dari reptil yaitu kelas Aves. Aves hewan yang paling dikenal orang, karena dapat dilihat di darat, air, udara, bertengger di pohon. Ada hal yang sangat berbeda dengan reptil yaitu aves telah : 1. mermpunyai bulu, 2. mempunyai sepasang ekstremitas, ekstremitas anterior berupa sayap, sedangkan ekstremitas posterior berupa kaki yang berfungsi untuk hinggap dan berenang ada web (selaput renang)., amati saat praktikum!. 3. Skeleton kecil tapi kuat dan tumbuh sempurna. 4. Pada mulut sudah terproyeksikan sebagi paruh (rostrum). 5. Cor ada 4 ruang sudah terpisah sempurna. 6. Respirasi dengan pulmo, pada saat tebang aves telah mempunyai kantung udara (saccus pneumaticus) yang meluas  pada alat-alat dalam mempunyai ktak suara atau syrinx pada dasar trachea. 7. Tidak memiliki vesica urinaria, zat eksresi setengah padat, pada hewan betina biasanya hanya memilki ovarium dan oviduct kiri. 8. Suhu tubuh tetap (homoiothermis), Bagaimana dengan hewan sebelumnya?. 9. Fertilisasi secara internal.
“Mengapa aves mempunyai kemajuan bila dibandingkan dengan hewan sebelumnya?”. Selain adanya dukungan dari ciri-ciri aves, ada hal yang lebih mendominasi yaitu:
·         Tubuh memiliki penutup yang bersifat sebagai isolasi.
·         Darah vena dan arteri terpisah  secara sempurna dalam sirkulasi di jantung.
·         Suhu tubuh tetap.
·         Rata-rata metabolisme tinggi.
·         Kemampuan untuk terbang.
·         Suaranya berkembang dengan baik.
·         Menjaga anaknya secara khusus.
Hal-hal tersebut menunjukkan kedudukan lebih tinggi daripada reptil. Sedangkan dengan mamalia berbeda dalam hal tipe penutup tubuh dan kemampuan untuk terbang dan hal reprduksi. Bagaimana dengan mamalia?

3)   Mamalia
Mamalia merupakan kelompok tertinggi derajatnya dalam dunia hewan. Contohnya tikus (Rattus rattus), kuda (Equus sp). Mamalia mempunyai ciri sebagai berikut:
·         Tubuh diliputi oleh rambut yang lepas secra periodik. Kulit banyak mengandung  kelenjar yaitu: kelenjar bau (sebaceus), kelenjar keringat (sudorifera), kelenjar minyak dan kelenjar susu.
·         Mempunyai tulang tengkorak (cranium).
·         Regio nasalis (bagian hidung) umunya silindris, pada cavum oris mempunyai gigi.
·         Mempunyai 4 anggota kaki (kecuali anjing laut dan singa laut tidak memiliki kaki belakang).
·         Cor ada 4 ruang  terpisah sempurna.
·         Pernapasannya hanya dengan pulmo.
·         Suhu tubuh tetap.
·         Memiliki vesica urinaria
·         Sex jelas terpisah antara jantan dan betina dengan ciri-ciri yang sudah nyata.    

 

Gambar 4.2.6.
Lepus sp (Kelinci)
( www.consice.britanica.com )

Latihan
1)      Jelaskan perbedaan ciri-ciri morfologi yang spesifik dari pisces sampai reptil, dengan contohnya !
2)      Jelaskan perbedaan ciri-ciri morfologi dari aves sampai mamalia, dengan contohnya !


Rangkuman
Hewan tingkat tinggi disebut hewan vertebrata, artinya hewan yang mempunyai tulang belakang. Phylum vertebrata terdiri dari 5 kelas yaitu: 1).  Pisces, 2). Amphibi, 3). Reptil, 4). Aves dan 5) mamalia.
Pisces (Ikan). Ikan terdiri dari ikan tulang rawan (Chondrichytyes) dan ikan tulang  keras (Osteichthyes). Berdasarkan namanya sudah pasti ikan ini mempunyai tulang keras terbungkus oleh sisik, berenang dengan sirip, bernapas dengan insang. Hidup di air tawar dan laut.
          Amphibi. Amphibi mempunyai ciri-ciri sebagai pola kehidupan di darat, misalnya : kaki, pulmo, nares/nostril (hidung) berhubungan dengan cavum oris (rongga mulut), kulit selalu berlendir, skeleton sudah jelas dan keras, cor ada tiga ruang, bernapas dengan insang, kulit dan pulmo, suhu tubuh tergantung pada lingkungannya (poikilothermis.), fertilisasi bisa  eksternal dan internal, kebanyakan ovipar.
Reptil. Pada umumnya Reptil hewan yang hidup di darat. Contohnya : Kadal (Mabouya multifasciata), Penyu (Chelonia sp), Buaya (Alligator sp), dll.

Aves. Ciri-ciri aves sebagai berikut:
·         tubuh memiliki penutup yang bersifat isolasi.
·         darah vena dan arteri terpisah  secara sempurna dalam sirkulasi di jantung.
·         suhu tubuh tetap.
·         rata-rata metabolisme tinggi.
·         kemampuan untuk terbang.
·         suaranya berkembang dengan baik.
·         menjaga anaknya secara khusus.
Mamalia merupakan kelompok tertinggi derajatnya dalam dunia hewan. Contohnya tikus (Rattus rattus), kuda (Equus sp) dll. Ciri-ciri dari Mamalia yang paling dominan yaitu sudah mempunyai rambut dan glandula mammae (kelenjar susu)



Media

Jenis Media
1.      Slide Power Point (terlampir)
2.      Handout Mahasiswa
3.      Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM 4.1 dan 4.2)

PP BELUM


Penilaian


2.1 Jenis Penilaian
            Penilaian pada bab ini, meliputi asesmen otentik tentang perilaku selama mengikuti perkuliahan di kelas dan praktikum di laboratorium atau di lapangan pemahaman tentang dunia hewan invertebrata dan vertebrata. Disamping itu juga ada penilaian secara asesmen kinerja tentang pemahaman materi perkuliahan dunia tumbuhan yang diimplementasikan dalam praktikum. Penilaian Kinerja (Performance) Asesmen diarahkan pada: (1) Kemampuan mengenal morfologi spesimen dengan memberi keterangan lengkap, (2) Kemampuan melakukan identifikasi tumbuhan dengan baik, (3). Kemampuan bekerjasama selama melakukan praktikum di laboratorium, (4) Partisipasi dalam diskusi, dan (5) Kemampuan menanggapi masalah.

2.2. Petunjuk Penskoran
                                   
No.

Komponen Penilaian
Nilai Akhir
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
1
Kemampuan melakukan identifikasi dunia hewan invertebrata dan vertebrata dengan baik




2
Kemampuan bekerjasama selama melakukan praktikum di laboratorium




3
Partisipasi dalam diskusi




4
Kemampuan menanggapi masalah.





Skor terentang antara :10-100

Tingkat Pencapaian
Kualifikasi
90 – 100
80 - 89
65 - 79
55 - 64
10 – 54
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

Daftar Pustaka

Athiroh, N. 2006. Petunjuk Praktikum Taksonomi Vertebrata. Fakultas MIPA Universitas Islam Malang. Malang.

Athiroh, N. 2006. Petunjuk Praktikum Taksonomi Invertebrata. Fakultas MIPA Universitas Islam Malang. Malang.

Campbell, N.A., Reece, J.B., and Mitchell, L.G. 2003. Biologi. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Hakim, L. 2000. Vertebrata. Laboratorium Keanekaragaman Hayati. Jurusan Biologi FMIPA. Universitas Brawijaya. Malang

Hegner, R.W and Engemann, J.G. 1991. Invertebrate Zoology 2 nd edition. Macmillan Company. New York.

Jasin, M. 1989. Sistematik Hewan (Invertebrata dan Vertebrata). Sinar Wijaya. Surabaya.
Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Jilid I dan II. Penerbit IKAPI. Jakarta

Sudarwati, S dan Sutasurya, L.A. 1990. Dasar-dasar Struktur dan Perkembangan Hewan I. FMIPA. ITB. Bandung

Sukiya. 2005. Biologi Vertebrata. Universitas Negeri Malang Press. Malang.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar