Kamis, 04 Juni 2015

ANALISIS KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK/2004) DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP/2006)



ANALISIS KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK/2004) DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP/2006)
A.    KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK/2004)
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Dengan demikian, implementasi kurikulum dapat menumbuhkan tanggung jawab, dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum (public policy), serta memberanikan diri berperan serta dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun dimasyarakat.
B.     KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP/2006)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasinal yang disusun oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh Satuan Pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yng dikembangkan oleh Badan Standar Nasional (BSNP).
C.     ANALISIS
Berdasarkan pengertian, landasan hukum, karakteristik, dan bentuk impelementasi dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK/2004) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP/2006) maka saya dapat menganalisis kedua kurikulum tersebut dengan pernyataan bahwa KBK dan KTSP mempunyai persamaan dan perbedaan serta masing-masing  memiliki kelebihan dan kelemahan.
1.      Persamaan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memiliki letak persamaan pada Ideologi pendididikan yang dianut yaitu sama-sama menganut  Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas, kompeten, profesional dan kompetitif.
2.      Perbedaan
Perbedaan yang terdapat dalam  KBK dan KTSP sangat bayak baik yang berkaitan dengan landasan hukum, karakteristik maupun bentuk implementasinya.
Untuk lebih jelasnya perbedaan kedua kurikulum ini dapat dilihat pada tabel berikut:
ASPEK
KURIKULUM KBK/2004
KURIKULUM KTSP/2006
1.      Landasan Hukum
  • Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004
  • UU No. 20/1999 – Pemerintah-an Daerah
  • UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. 20/2003
  • PP No. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan
  • UU No. 20/2003 – Sisdiknas
  • PP No. 19/2005 – SPN
  • Permendiknas No. 22/2006 – Standar Isi
  • Permendiknas No. 23/2006 – Standar Kompetensi Lulusan
2.      Implementasi/Pelaksanaa Kurikulum
  • Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI
  • Keputusan Dirjen Dikdasmen No.399a/C.C2/Kep/DS/2004 Tahun 2004.
  • Peraturan Mendiknas RI No. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. 22 tentang SI dan No. 23 tentang SKL
3.      Sifat
  • Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci, Daerah/Sekolah hanya melaksanakan
  • Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat; Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut.
4.      Pendekatan
  • Berbasis Kompetensi
  • Terdiri atas : SK, KD, MP dan Indikator Pencapaian
  • Berbasis Kompetensi
  • Hanya terdiri atas : SK dan KD. Komponen lain dikembangkan oleh guru
5.      Struktur
  • Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (PKN dan IPS di SD)
  • Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD)
  • PKN dan IPS di SD dipisah lagi
6.      Beban Belajar
  • Jumlah Jam/minggu :
  • SD/MI = 26-32/minggu
  • SMP/MTs = 32/minggu
  • SMA/SMK = 38-39/minggu
  • Jumlah Jam/minggu :
  • SD/MI 1-3 = 27/minggu
  • SD/MI 4-6 = 32/minggu
  • SMP/MTs = 32/minggu
  • SMA/MA= 38-39/minggu
7.      Prinsip Pengembangan Kurikulum
Keseimbangan Etika, Logika, Estetika, dan Kinestetika
Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni  
8.      Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
Tidak terdapat prinsip pelaksanaan kurikulum
Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada
9.      Pedoman Pelaksanaan Kurikulum
  1. Nilai-nilai Pancasila
  2. Budi Pekerti
  3. Pengelolaan Kurikulum
Tidak terdapat pedoman pelaksanaan kurikulum

                3.  Kelebihah
            a. Kelebihan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK/2004)
Memiliki pedoman pelaksanaan kurikulum yaitu berpedoman pada Nilai-nilai Pancasila, Budi Pekerti, dan Pengelolaan Kurikulum.
            b. Kelebihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP/2006)
Memiliki susunan pelaksanaan dan perinsip yang jelas sesuai dengan  tujuan pendidikan Nasional yaitu Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada.
4.  Kekurangan
a.  Kekurangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK/2004)
Kekurangan yang terdapat dalam kurikulum KBK adalah kurikulim ini tidak memiliki prinsip pelaksanaan kurikulum.
            b.  Kekurangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP/2006)
Selain memiliki kelebihan dibandingkan dengan kurikulum KBK kurikulum KTSP juga memiliki kekurangan yaitu tidak terdapat pedoman pelaksanaan kurikulum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar