Selasa, 06 Mei 2014

contoh observasi ACC





LAPORAN
PRAKTIKUM PENGENALAN
MI NW DASAN AGUNG




 

 
OLEH
KELOMPOK 14
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM
2012/2013
 



Kata Pengantar

Segala  puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami berbagai macam nikmat diantaranya: nikmat iman, islam, dan. Allah telah menciptakan tujuh lapis langit dan  yang telah menjadikan bumi dengan tujuh lapisan. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut di sembah kecuali Ia dan aku bersaksi  bahwa Muhammad  adalah  rasul-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan bagi baginda Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga, para sahabat, para pengikut dan seluruh ummatnya hingga hari kiamat kelak.
Laporan ini merupakan bentuk nyata dari hasil observasi pengenalan MI ( NW)  Dasan Agung Mataram yang dilakukan oleh Mahasiswa Jurusan PGMI. Dalam laporan ini penulis ingin memberikan gambaran umum tentang Madrasah Ibtidaiyah (MI) NW Dasan Agung Mataram.
Semoga dengan tersusunnya laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, baik pembaca maupun dari pihak pengelola madrasah.
Amiiin ya robbal’alamin





   Mataram, 26 Januari 2013

Penulis



HALAMAN PENGESAHAN

Laporan hasil observasi pengenalan Madrasah Ibtidaiyah NW Dasan Agung ini disusun sebagai penunjang nilai semester ganjil Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram.





Dosen Pembimbing




Hery Rahmat, M.Hum
NIP:197707012006041002


Co.Ass




Aenullael Mukarromah
NIM: 151 119 249
Mengetahui,
Ketua Jurusan
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah




Drs. Ridwan, M.Pd
NIP. 196512311994031020

 Mataram, 26 Januari 2013




KELOMPOK 14

Ketua : MUHAMMAD DENI                                         : 151 129 158
Anggota:
1.           AHMAD FAJRI                                                : 151 129 081
2.           AGUSTIN ZAHRATY                         : 151 129 082
3.           RABI’AH                                              : 151 129 083
4.           ABDUL GANI                                     : 151 129 116
5.           AULIA FUJI ASTUTI                          : 151 129 117
6.           SITI MUNAWWARAH                       : 151 129 118
7.           MAHARANI AMALIA                       : 151 129 119
8.           NURMALA HIDAYATI                     : 151 129 120
9.           RAUDATUL JANNAH                       : 151 129 121
10.       FITRIANI                                             : 151 129 122
11.       RUKYATUL AINI                               : 151 129 123
12.       FITRIATUN HILMI                             : 151 129 156
13.       SRI MAHARIYANI                            : 151 129 157
14.       M. AKHIRUL TIFLAN                                   : 151 129 159
15.       EMA SEPTIANA                                 : 151 129 160
16.       SRI MULIYANI                                   : 151 129 161




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................................... ii
NAMA KELOMPOK......................................................................................................... iii
DAFTAR ISI...................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang.................................................................................................. 1
B.     Fungsi............................................................................................................... 1
C.     Tujuan............................................................................................................... 2
BAB II GAMBARAN UMUM MADRASAH
A.    Visi dan Misi Madrasah.................................................................................... 3
B.     Sejarah Berdirinya Madrasah........................................................................... 3
C.     Letak Geografis................................................................................................ 5
BAB III HASIL PENGAMATAN
A.    Administrasi Madrasah..................................................................................... 6
B.     Pelaksanaan Pembelajaran................................................................................ 7
C.     Metode dan Strategi Pembelajaran................................................................... 9
D.    Lingkungan Pembelajaran................................................................................ 11
BAB IV PENUTUP
A.    Kesimpulan....................................................................................................... 15
B.     Saran dan Rekomendasi................................................................................... 16
C.     Refleksi Kelompok........................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 18
LAMPIRAN




 



BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Seiring dengan terjadinya perkembangan dalam dunia pendidikan Islam, maka bidang pendidikan juga harus didukung baik dalam hal sarana dan prasarana di administrasi, selain itu tentunya juga dapat ditunjang dan dikembangkan dari segi kualitas tenaga pendidik atau guru yang ada didalam suatu madrasah khususnya Madarasah Ibtidaiyah (MI) untuk dapat mencapai pendidikan yang memiliki kualitas tinggi dan terpenuhinya tujuan dari sebuah pendidikan dasar.
Dalam rangka untuk mengenalkan tentang keadaan Sekolah atau Madrasah kepada Mahasiswa sejak dini mengenai sistem administrasi, bagaimana strategi pembelajaran yang digunakan, pelaksanaan pembelajaran, melihat keadaan atau kondisi madrasah baik berupa fisik ataupun non fisiknya. Sehubungan dengan materi-materi pembelajaran yang diperoleh di kampus maka diperlukan pangamalan yang nyata maka dilakukanlah observasi yang dilakukan di beberapa madrasah ibtidaiyah  yang salah satunya dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah NW Dasan Agung mataram yang  merupakan salah bentuk pengalaman dan salah satu bentuk materi yang di dapat di perkuliahan.
2.    Fungsi
Adapun pelaksanaan praktikum ini memiliki fungsi sebagai berikut:
a.       Mahasiswa mendapatkan pengalaman tentang cara pengelolaan administrasi sekolah, tentang pelaksanaan proses pembelajaran, keadaan fisik dan non fisik yang ada di MI.
b.      Mahasiswa dapat juga melatih diri dalam menguasai dan mempraktekkan ketermpilan dasar mengajar yang diperoleh.
c.       Mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang didapatkan di kelas karena seperti yang diketahui bahwa selama ini siswa hanya belajar teori tentang bagaimana belajar dan mengajar itu sendiri.





3.   Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan praktik ini adalah :
a.       Mengenal secara cermat lingkungan fisik maupun non fisik, administrasi,  proses pelaksanaan pembelajaran dan metode/strategi pembelajaran yang terjadi di MI NW Dasan Agung Mataram.
b.      Mengenal lebih dekat bagaimana pembelajaran yang ada di MI tersebut.
c.       Mengamati  secara  langsung bagaimana proses belajar mengajar yang ada di MI NW Dasan Agung Mataram.




















BAB II
GAMBARAN UMUM MADRASAH

A.    Visi dan Misi Madrasah
Adapun visi dan misi yang ingin dicapai oleh MI NW Dasan Agung Mataram, yaitu:
1.      Visi: 
a.       Mewujudkan generasi yang sholeh dan sholehah.
b.      Berahlaqul karimah, taqwa kepada Allah SWT.
c.       Terampil dan mandiri, sehat Jasmani dan Rohani.
d.      Serta bertanggung jawab kepadea Agama, Nusa dan Bangsa.

2.      Misi:
a.       Menerapkan pendidikan Agama Islam dengan baik.
b.      Meningkatkan kemampuan dan kualitas Anak didik secara optimal dan berbudi Luhur.
c.       Melaksanakan kegiatan yang benuansa Religius.
d.      Menumbuhkan kedisiplinan peserta didik agar menjadi terampil dan mandiri.
e.       Menciptakan lingkungan Sekolah yang aman, nyaman, rapi, bersih dan menyenangkan.

B.     Sejarah Berdirinya Madrasah
       Menurut Hj. Sakmah, S.Pdi, pada tanggal 10 November 1963 MI NW Dasan Agung berdiri secara resmi. Pada awalnya MI NW Dasan Agung sudah menyelenggarakan sistem pendidikan sederhana  dalam  bentuk  diniyah  yang   berlangsung     penyelenggaraannya di  Masjid   Al - Mujahidin Dasan Agung Bawaq Bagek sejak tahun 1956.   
Karena perkembangan diniyah itu sangat pesat dan mendapat dukungan   dari segenap lapisan masyarakat yang ada di Dasan Agung umumnya dan lingkungan Bawaq Bagek khususnya, maka salah seorang Hamba Allah yang taat dan dermawan ( H. Ramli alm) dengan ikhlas mewakafkan sebidang tanahnya seluas 9,75 are.
       Dengan tersebarnya berita bahwa seorang Hamba Allah telah mewakafkan tanahnya untuk mendirikan   Madrasah maka animo masyarakat semakin berapi-api untuk membangun gedung madrasah dengan system swadaya (bergotong-royong) maka dalam waktu yang tidak terlalu lama pembangunan gedung sebanyak 6 lokal ruang belajar dan 1 lokal ruang kepala madrasah dapat dirampungkan. Pada tahun pertama pembangunan gedung tersebut rampung jumlah siswanya sebanyak 252 orang yang dititipkan di Masjid dan rumah warga masyarakat yang bernama I. Ompo.
       Sejak awal pendirian madrasah, atas kesepakatan dan permintaan warga setempat madrasah yang baru saja selesai dibangun diserahkan kepada organisasi Nahdlatul Wathan (NW) sesuai dengan mayoritas organisasi masyarakat yang ada di lingkungan Bawaq Bagek Dasan Agung Mataram.
       Peresmian Madrasah dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Mustasyar PB NW (Maulana Syeikh TG.KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid) Pancor. Sejak diresmikan keyakinan masyarakat semakin termotivasi untuk membangun dan mengurus madrasah yang ada di lingkungannya. Dampak dari peresmian tersebut semangat beramal masyarakat semakin hari semakin terpacu sehingga kerap kali MI NW Dasan Agung diminta dinegerikan oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten Lombok Barat, namun masyarakat melalui pengurus Yayasan dengan lantang mengajukan penolakan baik secara lisan maupun secara tertulis.
       Pada tanggal 31 Desember 1993 MI NW Dasan Agung sudah berubah status dari terdaftar menjadi  status diakui. Selanjutnya mengikuti dinamisasi perkembangan dan kemajuan setahap demi setahap diperoleh, maka pada tanggal 21 Agustus 2001 MI NW Dasan Agung telah mengikuti akreditasi untuk menaikkan statusnya dari status diakui menjadi status disamakan dengan MI Negeri/SD.
       Setelah berjalan proses pembelajaran dari mulai berdirinya hingga sekarang (2011), MI NW Dasan Agung telah mengalami tiga (3) kali pergantian kepala madrasah yaitu sejak berdirinya:
a. Hj. Alidah  (th. 1963-th. 1971)
b. Hj. Rochani (th. 1971-th. 1995)
c. Hj. Sakmah, S.Pd.I (th. 1995-sekarang)









C.    Letak Geografis
Letak geografis dari MI NW Dasan Agung ini terletak disebuah perkampungan ditengah kota Mataram bernama Dasan Agung, yang berlokasi disebelah utara Masjid Islamic Center yang sedang dibangun. Untuk menuju MI ini kita bisa melewati jalur Selatan, dan Timur.
Dari selatan masuk dari Jebaq Beleq, kemudian lurus ada dua perempatan, perempatan pertama lurus sebelum perempatan kedua ada masjid di bawah penurunan dan rumah warga kemudian belok kanan dan lurus sekitar 50 meter di samping kiri dan kanan terdapat rumah warga dan toko, kemudian belok kiri sekitar 20 meter di samping kiri dan kanan terdapat perumahan warga dan sampailah di lokasi yang berada di sebelah kanan jalan.
 Kemudian dari timur kita dari jalan Udayana kemudian belok ke arah kanan yang menuju Pasar Dasan Agung Mataram di samping ada Pasar Banyak toko-toko dan perumahan kemudian belok ke kanan sekitar 20 meter di samping kiri dan kanan terdapat perumahan warga dan sampailah di lokasi tempat Observasi yang berada di sebelah kanan jalan. Karena letaknya itu berada di tengah-tengah pemukiman penduduk. MI NW Dasan Agung Mataram berusaha menjadi yang di antara kerasnya kompetisi antar sekolah-sekolah umum lainnya.











                              Gb 3.1 Denah Lokasi MI NW Dasan Agung
BAB III
HASIL PENGAMATAN

A.    Administrasi Madrasah
Sistem administrasi Madrasah yang dimiliki oleh MI Dasan Agung Mataram sudah terpenuhi, ini dapat kita lihat dari adanya data tentang struktur organisasi, data siswa, data guru, data kelulusan siswa, kurikulum dan silabus, kalender pendidikan dan dokumen-dokumen lainnya seperti ada data-data profil sekolah dan fungsi dan tugas pengelolaan sekolah. Dengan kondisi yang berbeda-beda yaitu:
1.      Struktur organisasi bagus sekali karena dari penyusunannya sudah rapi dan lengkap, mulai dari kepala MI, Wakil, Sekretaris dan bendahara maupun TU (sudah lengkap dan tertata dengan rapi).
2.      Data siswa bagus sekali Karena dari data siswa tersebut kita bisa mengetahui jumlah siswa-siswa dari tahun ke tahun berdasarkan usia dan jenis kelamin.
3.      Data guru bagus sekali karena Dari data-data guru tersebut kita bisa mengetahui guru-guru yang sudah PNS, guru-guru yang sudah pindah, dan guru-guru yang sudah pensiun.
4.      Kurikulum dan Silabus kurang bagus karena MI Dasan Agung Mataram masih menggunakan kurikulum 2006 dan sedang mempelajari kurikulum 2013 yang berbasis berkarakter tetapi sebagian guru ada yang sudah menerapkannya di dalam kelas dan juga sebelum melaksanakan pembelajaran guru sudah menyiapkan silabusnya.
5.      Data kelulusan siswa bagus sekali karena Dari data tersebut kita bisa mengetahui bahwa setiap tahun siswa-siswi yang ada di MI NW Dasan Agung Mataram Lulus 100%. Dan dokumen lainnya antara lain sebagai berikut:
a.       Data personil MI NW Dasan Agung Mataram tahun pembelajaran 2008/2009.
b.      Data propil sekolah.
c.       Data fungsi dan tugas pengelolaan sekolah.
d.      Data analisis kohort siswa.
e.       Data program kinerja kepala sekolah.
f.       Data program tahunan.
g.      Bank data siswa.
h.      Piagam jenjang akriditas B
i.        Piagam penghargaan lomba gerak jalan tingkat SD/SLTP/SLTA.
j.        Piagam penghargaan lomba usaha kesehatan Madrasah tingkat kecamatan sekabupaten lobar.
k.      Piala :
-  Juara 3 sepak bola
-  Juara 2 putra dan putri engran
-  Juara 3 MHQ

B.     Pelaksanaan Pembelajaran
Desain pembelajaran adalah kisi-kisi dari penerapan teori belajar dan pembelajaran untuk mempasilitasi proses belajar seseorang (Salma, 2009). Dalam pelaksanaan pembelajaran yang berlalngsung di MI NW Dasan Agung Mataram, ditunjang dengan adanya RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan Silabus. Namun tidak semua  mata pelajaran menggunakan RPP dan Silabus, tetapi hanya beberapa pada mata pelajaran tertentu saja. Seperti mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKN, Al-Qur’an Hadist dan Aqidah Akhlak.
Media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber pesan atau penyalurannya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut. (Kusman, 2008). Media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau  informasi kepada penerima yaitu siswa. (Azhar, 2002).
Alat peraga atau media pembelajaran yang di miliki oleh MI NW Dasan Agung Mataram yaitu cukup lengkap karena hampir setiap mata pelajaran masing-masing memilliki alat peraga dan media pembelajaran seperti dalam bidang studi IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), Olah Raga, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PAI (Pendidikan Agama Islam), dan Seni Budaya.
Berikut adalah media pembelajaran antara lain sebagai berikut:
1.      Computer berjumlah 4
2.      LCD 1
3.      Earphone 3
4.      Printer 1


Berikut adalah alat praga dan fungsi masing-masing antara lain:
1.      Alat Praga IPA
a)      KIT IPA yang digunakan sebagai alat praktik siswa berjumlah 1 kotak.
b)      Kerangka Manusia untuk mengetahui organ-organ tubuh Manusia berjumlah 2 buah.
c)      Tabung air untuk mengukur berat suatu benda dan mengetahui tekanan suatu benda berjumlah 3 buah.
d)     Nerca Pegas yang digunakan untuk mengukur. berjumlah 1 buah.
e)      Tiang Neraca Pegas yang digunakan mengukur berat timbangan antara yang satu dengan yang lainnya berjumlah 1 buah.
f)       Antariksa, Bulan, Bumi dan Tata Surya berfungsi untuk mengetahui bagaimana urutan letak sebuah planet dan apa saja yang terdapat di dalam Bumi dan Bulan.
g)      Gambar kerangka Katak dan Ikan untuk mengetahui seluruh bagian-bagian yang terdapat dalam krangka tersebut masing-masing 1 gambar.

2.      Alat Praga Matematika
a)      KIT Matematika yang di gunakan untuk praktik siswa berjumlah 1 kotak
b)      Jangka Sorong yang digunakan untuk membuat lingkaran berjumlah 1 set.
c)      Jam untuk mengetahui arah jam dan peputarannya berjumlah 1 buah.

3.      Alat Praga Bahasa Indonesia
a)      Denah untuk mengetahui arah dan tujuan berjumlah 1 lembar.
b)      Lembar kerja siswa berjumlah 3 buah.
c)      IPC CD Room untuk bahan belajar siswa berbasis Media.

4.      Alat Praga Olah Raga
a)      Bola Basket berjumlah 1 buah.
b)      Sepak Bola berjumlah 2 buah.
c)      Bulu tangkis
d)     Tenis meja berjumlah 1 buah.
e)      Bola Voli berjumlah 1 buah
f)       Skiping untuk meningkatkan tinggi badan berjumlah 1 buah.

5.      Alat Praga Bahasa Inggris
a)      KIT Bahasa Inggris yang digunakan untuk praktik siswa berjumlah 1 kotak.
b)      Lembar kerja siswa berjumlah 2 set.
c)      Papan alas untuk siswa berjumlah 2 buah.

6.      Alat Praga IPS
a)      Globe dan Peta untuk mengenali letak dan wilayah suatu daerah di dunia berjumlah 2 buah.

7.      Alat Praga Kesenian
a)      Organ yang digunakan untuk melatih siswa bernyanyi dan pengenalan not-not pada organ berjumlah 1 buah.
b)      Alat kasidah yang di gunakan untuk mengiring nyanyian Islami berjumlah 1 set
Dalam pembelajaran haruslah memiliki sumber belajar yang akurat dan efektif, yang mudah dipahami oleh siswa. Di MI NW Dasan Agung Mataram menggunakan sumber belajar berupa buku Paket, dan Modul.
 Adapun Lembar Kerja Siswa (LKS) digunakan dalam sebagian mata pelajaran yaitu PKN, Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Olahraga, dan Bahasa Inggris.
C.    Metode dan Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah siasat guru dalam mengektifkan, mengefisienkan serta mengoptimalkan fungsi dan interaksi antara siswa dengan komponen pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran. Dalam strategi pembelajaran ada tiga tahapan pokok yang harus diperhatikan dan diterapkan antaralain.
Secara umum  dalam strategi pembelajaran ada 3 tahapan pokok yang harus diperhatikan dan di terapkan (Riyanto,2001). Yaitu tahap pemula, pengajaran dan penilaian yaitu:
1.      Tahap pemula (Pra-Intruksional) adalah tahapan persiapan guru sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini seperti;
a.       Memeriksa kehadiran siswa.
b.      Pretest (menanyakan materi sebelumnya).
c.       Apersepsi (mengulas kembali secara singkat materi sebelumnya).
2.      Tahap Pengajaran (Intruksional) kegiatan yang dilakukan antara lain;
a.       Menjelaskan tujuan pengajaran.
b.      Menuliskan pokok-pokok materi yang akan dibahas.
c.       Membahas pokok-pokok materi yang telah ditulis.
d.      Menggunakan alat peraga.
e.       Menyimpulkan hasil pembahasan dari semua pokok materi
3.      Tahap Penilaian dan Tindak Lanjut (evaluasi) terhadap hasil belajar siswa stelah mengikuti pembelajaran. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain;
a.       Mengajukan pertanyaan pada siswa tentang materi yang telah dibahas.
b.      Mengulas kembali materi yang belum dikuasai siswa.
c.       Memberi tugas atau pekerjaan rumah pada siswa.
d.      Menginformasikan pokok materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
Namun strategi pembelajaran yang digunakan di MI NW Dasan Agung Mataram tidak sesuai dengan apa yang di jelaskan di atas. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah dimana Guru dan Siswa sama-sama tidak aktif (pasif). Ini bisa dilihat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh guru maupun siswa saat berada didalam kelas.
1.      kegiatan Guru selama berada di dalam kelas yaitu:
a.       Guru hanya fokus terhadap materi yang sudah ada di buku paket.
b.      Guru memberikan tugas mencatat kepada siswa /sisw.
c.       Setelah memberikan tugas, Guru meninggalkan siswa /siswinya.
d.      Guru tidak mengontrol siswa /siswinya, Guru sibuk dengan kegiatan sendiri.
e.       Guru sring keluar masuk kelas tanpa menghiraukan siswa /siswinya.
f.       Setelah jam pelajaran selesai guru langsung mengkhiri pembelajaran tanpa mengajak siswa /siswi mengucap hamdalah terlebih dahulu.
2.      Kegiatan siswa selama berada di dalam kelas yaitu:
a.       siswa /siswi berkeliaran kesana kemari.
b.      siswa /siswi memberi salam kepada Guru dengan tidak teratur.
c.       siswa /siswi mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan tidak baik.
d.      siswa /siswi ribut saat proses pembelajaran berlangsung.
e.       siswa /siswi kurang antusias selama proses belajar berlangsung.
f.       Setelah selesai mengerjakan tugas siswa /siswi bermain.
g.      Setelah jam istirahat siswa /siswi langsung keluar tanpa memberi salam kepada Guru.
D.    Lingkungan Pembelajaran
1.      Lingkungan Fisik
Lingkungan belajar merupakan sarana yang digunakan para pelajar untuk dapat mencurahkan dirinya beraktifitas, berekreasi, termasuk melakukan berbagai monipulasi banyak hal hingga mereka mendapatkan sejumlah perilaku baru dari kegiatannya itu.
Pengelolaan lingkungan belajar merupakan terjemahan dari kata management. Berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, melaksanakan, mengelola, mengendalikan dan memperlakukan (Rachmawati, 2009).
Dalam menajemen kelas yang efektif, lingkungan fisik merupakan faktor yang sangat penting. Oleh karena itu, lingkungan fisik harus dapat didesain secara baik dan lebih dari sekedar penataan barang-barang dikelas. Menurut Everston    et al (2003) terdapat empat prinsip umum yang dapat dipakai dalam menata kelas, yaitu :
1.    Kurangi kepadatan ditempat lalu lalang.
2.    Pastikan bahwa guru dapat dengan mudah melihat semua anak.
3.    Materi pelajaran dan perlengkapan anak harus mudah diakses.
4.    Pastikan siswa dengan mudah melihat semua presentasi kelas.
Lingkungan fisik yang kondusif untuk belajar adalah lingkungan yang cukup, bersih, indah dan rapi. Kondisi lingkungan fisik yang ada di madrasah dapat kita lihat pada fasilitas-fasilitas yang ada yaitu berupa keadaan raung kelas, perpustakaan, kantor, ruang guru, halaman atau lingkungan di sekitar sekolah. Lingkungan fisik yang terdapat di MI NW Dasan Agung Mataram adalah ada yang memenuhi dan adapun yang tidak memenuhi penjelasan tentang lingkungan fisik di atas.
 Adapun kondisi dari tiap-tiap fasilitas yang ada di MI NW Dasan Agung Mataram yaitu untuk ruang kelas dari hasil observasi yang dilakukan, dari segi kebersihan ruang kelas itu sudah sudah cukup bersih, begitu pula dengan keindahan dan kerapian dari keadaan kelas itu juga sudah cukup indah dan rapi, ini dapat kita lihat dari apa saja yang terdapat didalam ruang kelas itu ada meja dan kursi lengkap, poster alpabet, lemari tempat penyimpanan buku-buku, dispencer, data administrasi kelas, jam dinging, white board, gambar pembagian, rukun islam, gambar cuaca, kaligrafi Al Qur’an, dan nama-nama perlengkapan belajar.
Selanjutnya kondisi fisik dari perpustakaannya dari segi kondisi kebersihan cukup bersih, tetapi dalam segi kerapian dan keindahannya kurang rapi dan indah. Adapun barang-barang yang terdapat di dalam perpustakaan yaitu ada buku-buku bersama raknya, meja dan kursi bekas, kerangka badan manusia, globe, dispencer, meja baca, struktur organisasi perpustakaan yaitu MI NW Dasan Agung Mataram, permainan etika diperpustakaan.
Sedangkan untuk kondisi fisik dari kantor, dari segi kebersihan , keindahan dan kerapiannya sangat bersih, indah dan rapi. Untuk barang-barang yang ada di kantor berupa meja, keset, fos bunga, di atas meja ada berkas-berkas analisa kohort siswa, kursi tami/sofa, tempat air, dispencer, buku, meja dan kursi  kepala sekolah, kalender, program kerja kepala sekolah, program kerja tahunan, foto maulana syiekh, bendera, lemari penyimpanan buku,kipas angin, bak sampah, lemari penyimpanan berkas-berkas, lemari piala dan peralatan piagam-piagam, data personil MI NW Dasan Agung tahun pelajaran 2008/2009, tape, dispencer dan jam dinding.
Kemudian untuk kondisi fisik dari ruang guru, dari segi kebersihan sangat bersih dan dan keindahannya itu cukup indah dan cukup rapi, karena adanya penempatan barang-barang yang tidak sesuai pada tempatnya. Untuk barang-barang yang ada di ruang guru berupa kursi, meja guru, kursi tamu, gambar pahlawa, kalender, map/berkas-berkas, jadwal pelajaran MI NW Dasan Agung Mataram, papan struktur organisasi sekolah.
Selanjutnya kondisi fisik di halaman atau lingkungan sekitar sekolah, dari segi kebersihannya sangat bersih dan untuk keindahan dan kerapiannya cukup indah dan rapi. Barang yang dapat di lihat pada halaman sekitar sekolah berupa visi dan misi sekolah, tempat bermain, bunga-bunga, tempat cuci muka dan tangan, bak sampah, skop plastik, sapu lidi, lukisan, peta benua, tempat wudhu, mading dan meja piket.
Untuk kondisi fisik lain-lain seperti: kamar mandi ada dua, alat kebersihan yang terdapat di dalamnya yaitu ember, sikat wc, gayung. Dari segi kebersihan, keindahan dan kerapian kurang bersih, indah dan rapi karena masih kotor dan lantainya ada yang rusak.
Selanjutnya untuk kondisi fisik multimedia dari segi kebersihan sangat bersih karena tidak terlihat debu dan sampah, sedangkan dari segi keindahan dan kerapian sangat indah dan rapi, karena barang-barangnya di tata pada tempatnya. Untuk barang-barang yang ada di multimedia itu sendiri seperti komputer, kursi, poster tata surya, our phone, meja dan kursi di tata rapi, di atas meja ada buku, kemoceng, white board 2 buah, kipas angin, foto siswa, kaset DVD, lemari, globe, bunga, dan buku-buku lainnya tertata rapi di atas rak buku.
Kondisi fisik UKS dari segi kebersihan sangat bersih karena tidak terlihat bedu dan sampah, sedangkan dari segi keindahan dan kerapian sangat rapi dan indah dipadang karena barang-barang yang ada disana di jaga kebersihannya. Untuk perlengkapan yang ada di dalamnya yaitu matras, lemari obat-obatan, dispencer, mading uks, tempat tidur, bak sampah, bantal, wadah tempat air, alat timbang, dan pengukur tinggi badan, salon/pengeras suara, jam dinding, piring, gelas, botol, papan usaha, kesehatan sekolah, papan program kerja uks.
Kemudian untuk kondisi fisik mushola kebersihannya sangat bersih karena tidak terdapat sampah, untuk kerapian dan keindahan cukup rapi dan indah karena terdapat kaligrafi Al Qur’an.
Untuk kondisi fisik kantin, di lihat dari kebersihan cukup berish karena kebersihannya cukup dijaga, untuk kerapian dan keindahan kurang rapi dan indah karena barang-barangnya  masih banyak salah penempatan dan kantinnya sempit. Barang-barang yang ada yaitu sapu, lemari, etalase tempat makan, ember, meja dan kursi.
2.      Lingkungan Non Fisik
lingkungan non fisik yang kondusif untuk belajar adalah lingkungan yang aman dan nyaman.
Adapun lingkungan nonfisik (suasana) yang perlu diciptakan oleh seorang guru demi terselenggaranya kelas yang kondusif yaitu sebagai berikut :
a.       Interaksi siswa dengan guru serta siswa dengan siswa lainnya.
b.      Buatlah aturan, tata tertib, etika, yang disepakati oleh semua siswa.
c.       Kenyamanan kelas sebagai tanggung jawab bersama.
d.      Refleksi.
Lingkungan non fisik yang terdapat di MI NW Dasan Agung Mataram sesuai penjelasan di atas bahwa sesuai dengan apa yang telah di jelaskan di atas. Dimana para siswa atau siswi nampak antusias dalam belajar, karena gurunya menyelipkan sedikit permainan agar siswa ataupun siswi tidak cepat bosan di dalam proses pembelajaran.
Selain itu terdapat tata tertib atau peraturan yang harus dipatuhi oleh para siswa ataupun siswi, seperti datang tepat waktu dan pulang tepat waktu, memakai seragam skolah sesuai dengan hari yang di tentukan. Apabila ada siswa atau siswi yang melanggar tata tertib tersebut. Siswa dan siswi melanggar tata tertib sebanyak tiga kali maka pihak sekolah ataupun guru akan memberikan sanksi seperti menyapu halaman atau ruang kelas.
Hukuman atau sanksi yang diberikan tersebut merupakan kesepakatan dari siswa dan siswi dan guru, karena jika tata tertib atau peraturan tersebut ditentukan oleh sekolah maka siswa dan siswi akan segan untuk melakukan kesalahan lagi karena sudah mengetahui sanksi yang sudah di tentukan.
Di MI NW Dasan Agung Mataram terdapat intraksi yang sangat positif antar guru dengan guru, karena setiap guru disana memiliki rasa saling membutuhkan, rasa kekeluargaan, saling kerjasama di dalam berbagai hal yang berhubungan dengan siswa dan siswi mereka.
Begitu juga dengan intraksi positif yang terjalin antara guru dan siswa, karena setiap guru berusaha menyapa dan berkomunikasi dengan siswa dengan bahasa yang baik dan sopan, sehingga siswanya ikut memberikan respon yang positif kepada gurunya seperti, siswa mengucapkan salam kepada  gurunya dan siswa menjadi belajar dengan penuh antusias.
 Adanya intraksi yang positif antara siswa dengan komite misalnya siswa baru tiba di sekolah, maka siswa mengucapkan salam kepada para petugas. Hal ini disebabkan karena para guru selalu menerapkan kebiasaan untuk sopan dalam hal apapun dan kepada siapapun.
Dalam proses belajar jika terdapat kemajuan ataupun prestasi yang dimiliki oleh setiap siswa maka guru memberikan feedbeck dan penghargaan. Penghargaan yang diberikan berupa motivasi, pujian dan juga penghargaan berbentuk fisik seperti, pemberian Permen dan Makanan ringan.
Selain itu juga guru sangat menghargai pendapat dan jawaban siswa ataupun siswinya. Apabila ada kekeliruan di dalam pendapat siswa atau siswinya, maka guru akan berusaha menyempurnakan pendapat atau jawaban mereka.
Adapun Guru dengan siswa saling bekerjasama sebagai anggota tim kelas, bentuk kerjasama yang dilakukan yaitu, apabila kelas belum dibersihkan, maka guru memberikan intruksi kepada siswa atau siswi untuk membersihkan ruang kelas dengan cara memungut sampah di kolom meja dan di bawah meja.
Pada saat-saat tertentu guru menunjukkan rasa gembira yang sungguh-sungguh kepada siswa atau siswinya atas prestasi yang diraih, misalnya dalam bentuk pemberian hadiah, pujian, motivasi dan dorongan kepada siswanya agar keberhasilan yang telah dicapai oleh muridtersebut dapat dipertahankan atau ditingkatkan lagi.
BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari hasil observasi yang telah kami lakukan di MI NW Dasan Agung dapat kami simpulkan:
1.      Sistem administrasi madrasah yang dimiliki oleh MI NW Dasan Agung sudah terpenuhi, dengan adanya data-data tentang struktur organisasi, data siswa, data guru, data kelulusan siswa, kurikulum/silabus, kalender pendidikan dan dokumen-dokumen lainnya dengan keadaan cukup baik.
2.      Dalam pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung di MI  NW Dasan Agung, ditunjang oleh adanya RPP (Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran, sumber belajar yang memadai, LKS dan adanya alat peraga atau media pembelajaran yang di miliki oleh MI NW Dasan Agung yaitu ada dalam bidang studi seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kasidah, kesenian Matematika, dan ada juga untuk bidang studi Olahraga.
3.      Strategi pembelajaran yang digunakan di MI NW Dasan Agung tidak menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat  pada guru saja sedangkan siswanya bersifat pasif, tetapi menggunakan  strategi atau metode pembelajarannya berpusat pada guru, yaitu siswa bersifat pasif juga, jadi tidak ada interaksi yang positif antara guru dan siswa
4.      Lingkungan fisik maupun non fisik yang ada di MI NW Dasan Agung sudah kondusif  untuk belajar yaitu dengan adanya lingkungan yang aman, bersih, indah,  dan nyaman yang disertai dengan berbagai fasilitas seperti perpustakaan, UKS, Mushollha, kantin, Multimedia dan juga lapangan.
5.      Lingkungan non fisik yang mana siswa Nampak antusias dalam mengikiti pelajaran yang di berikan oleh guru, disamping itu ada perarturan atau tata tertib  yang harus yang harus ditaati oleh semua siswa salah satunya: setiap hari jum’at mengikuti imtaq, dan membersihkan kelas setiap hari. Apabila melanggar peraturan yang sudah dibuat maka siswa yang bersangkutan akan dihukum sesuai dengan kesepakatan bersama antara siswa dan guru itu sendiri. Ada interaksi yang positif antara guru dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan siswa. Guru juga memberikan feedback atau penghargaan kepad siswa yang mempunayi prestasi ini dilakukan untuk merangsang motivasi siswa itu sendiri iuntuk melakukan ynag lebih dan juga bagi siswa yang lain. Guru juga menghargai setiap pendapat siswa akan siswa tidak merasa minder atau malu untuk mengeluarkan pendapatnya apabila pendpat itu salah maka guru dengan segera memperbakinya tanpa menyalahkan pendapat dari siswa tersebut. Guru dan siswa bekerja sama menjadi satu anggota tim ini bertujuan untruk mempermudah proses pembelajaran. Guru menunjukkan rasa senang apabila siswa berhasil karena itu menunjukkan bahwa guru mendapatkan respon yang baik dalam proses pembelajaran itu sendiri. 

B.     Saran dan Rekomendasi
Adapun saran dan rekomendasi yang ingin kami sampaikan yaitu:
1.      Untuk MI NW Dasan Agung kami mengharapkan agar mempertahankan metode-metode pembelajaran yang sudah dilaksanakan atau lebih untuk di tingkatkan lagi.
Melihat potensi yang ada pada peserta didik itu sendiri dan semangat mereka untuk menuntut yang ditunjukkan oleh peserta didik itu sendiri.
2.      Sarana dan prasarana yang ada dilengkapi, seperti buku-buku pelajaran, buku-buku yang berhubungan dengan materi pembelajaran itu sendiri.
3.      Melengkapi sara dalam pembelajaran untuk menunjang proses belajar.
4.      Meningkatkan kreatifitas agar mampu bersaing dengan sekolah-sekolah umum lainnya.
5.      Kebersihan, kerapian, kedisiplinan dan keindahan sekolah perlu ditingkatkan.
6.      Meningkatkan kedisiplinan siswa dengan pengawasan yang lebih optimal.

C.    Refleksi Kelompok
Refleksi kelompok yang ada pada kelompok kami selama kami berada di MI NW Dasan Agung Mataram adalah sangat mengesankan dengan sambutan yang ramah-tamah dari semua yang ada disana baik kepala sekolah, para guru dan murid-murid. Disana kami mengerjakan tugas observasi ini dengan saling mengadakan kerjasama antara anggota yang satu dengan yang lainnya. Sehingga data-data ataupun hal-hal yang kami cari di MI NW Dasan Agung Mataram dapat kami selesaikan dengan baik. Kami juga sangat merasa nyaman dan bahagia ketika berada disana karena adanya hubungan yang erat antara guru dan murid-muridnya, ini dapat dilihat dari ketika anak-anak  pulang sekolah mereka tetap mengucapkan salam dan mencium tangan kepada para gurunya, sehingga observasi kami di MI NW Dasan Agung Mataram ini bagi kami adalah pengalaman yang tak terlupakan dan sangat menyenangkan. Kami mendapatkan sesuatu yang tak pernah kami dapatkan sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar.2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Riyanti, Yatim. 2012. Paradigma Baru Pembelajaran. Surabaya: Kencana Prenada Media Group.
Muriaya, Rita dkk. 2009. Pengelolaan Lingkungan Belajar. Surabaya: Kencana Prenada Media Group.
Kusman. 2008. manajman Kurikulum. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Prawiradilagu, Dewi Salma. 2009. Prinsip-prinsip Disain Pembelajaran. Surabaya: Kencana Prenada Media Group.

1 komentar:

  1. Assalmualikum Pak,
    boleh mita file ini gak yaa
    buat saya post di bolg saya.
    terimaksih

    BalasHapus