Minggu, 20 Juli 2014

BIMBINGAN KARIR DI SEKOLAH DASAR



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Saat ini tengah didihadapkan pada tantangan abad ke 21 yang dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Ini bisa kita lihat dengan penemuan-penemuan dan juga teknologi yang sangat canggih. Oleh karena itu tantangan dunia pendidikanpun semakin kompleks, baik tantangan kurikulum, Guru dan bahkan Siswa itu sendiri. Siswa yang menjadi objek dan sekaligus menjadi output dalam dunia pendidikan harus disiapkan sedari awal untuk mampu bertahan dan berdiri sendiri yang tentunya berkaitan dengan karirnya yang berguna bagi dirinya, keluarga, bangsa dan negara secara umum.
B.     Landasan teori
Pendidikan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh dan diperuntukkan bagi manusia. Fungsi utama pendidikan adalah untuk menumbuhkan kreativitas peserta didik dan penanaman nilai-nilai yang baik dan juga untuk mengembangkan potensi peserta didik yang telah Tuhan berikan kepada setiap manusia. [1]
 jadi berdasarkan teori yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak, yang mana anak didik/peserta didik masih belum mampu untuk berdiri sendiri untuk mengenal potensi yang ada. Dalam teori perkembangan yang memiliki tugas-tugas perkembangan anak didik pada masa bayi (6-12 tahun), yaitu :
1.      Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk bermain
2.      Belajar membentuk sikap yang baik
3.      Belajar bergaul dengan teman sebaya
4.      Belajar memainkan peran
5.      Belajar keterampilan membaca, menulis dan berhitung
6.      Belajar mengembangkan konsep sehari-hari[2]
Jadi berdasarkan teori yang dikemukakan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa, seorang Guru dituntut untuk tidak hanya mentarnfer ilmu saja akan tetapi bagaimana mengembangkan potensi yang dmiliki oleh peserta didik.
Menurut Tohirin (2009), tujuan pelayanan bimbingan karir di sekolah dan madrasah adalah :
1)      Agar siswa memperoleh informasi tentang karir atau jabatan atau profesi tertentu.
2)      Agar siswa memperoleh pemahaman  tentang karir atau pekerjaan atau profesi tertentu secara benar.
3)      Agar siswa mampu merencanakan dan membuat pilihan-pilihan karir tertentu kelak setelah selesai dari pendidikan.
4)      Agar siswa mampu menyesuaikan diri dengan karir yang akan dipilihnya kelak
5)      Agar siswa mampu mengembangkan karir setelah selesai dari pendidikannya
C.     Rumusan masalah
1.      Apa pengertian bimbingan karir ?
2.      Bagaimana perencanaan bimbingan karir di sekolah dasar ?
3.      Bagaimana evaluasi terhadap perencanaan bimbingan karir di Sekolah dasar ?
D.    Tujuan
1.      Mahasiswa/i mengetahui pengertian bimbingan karir
2.      Mahasiswa/i mampu merencanakan bimbingan karir di sekolah dasar
3.      Mahasiswa/i mampu mengevaluasi dalam perencanaan bimbingan karir di sekolah dasar
















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Bimbingan Karir
Secara umum, bimbingan merupakan suatu proses pemberian  bantuan yang ditujukan kepada individu/siswa atau sekelompok siswa agar yang bersangkutan dapat mengenali dirinya sendiri, baik kemampuan-kemampuan yang ia miliki serta kelemahan-kelemahannya agar selanjutnya dapat mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab dalam mennetukan jalan hidupnya, mampu memecahkan sendiri kesulitan yang dihadapi serta memahami lingkungan untuk dapat dan menyesuaikan diri secara tepat dan memperoleh kebahagiaan hidup.(Elfi Mu’anah.2009:54)
Menurut Winkel (1991), bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan, pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki.  Menurut Tohirin (2009) menyatakan bahwa bimbingan bermakna suatu bantuan dari pembimbing kepada terbimbing (Siswa) dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah karir.
B.     Perencanaan Bimbingan Karir Di Sekolah Dasar
Secara umum sekolah dasar belum memiliki Guru BK secara khusus. Jadi yang berperan sebagai Guru BK adalah Guru kelas, yang mana setiap hari berinteraksi dengan siswa, dalam proses interaksi baik dari dalam kelas maupun dari luar kelas seorang Guru setidaknya mampu mengetahui bakat dan potensi yang dimiliki oleh peserta didiknya.
Berkaiatan dengan perencanaan bimbingan karir di sekolah dasar, yang anak masih berfikir sesuatu yang konkrit yakni suatu keadaan dimana hanya mampu berfikir apa yang dia lihat. Contohnya : ketika kita menanyakan apa cita-citamu, maka jawabannya terkadang akan berubah-ubah, ketika peserta didik melihat Gurunya, ia akan mengatakan bahwa ia ingin menjadi seorang Guru, ketika ia dibawa ke Rumah Sakit dan melihat Dokter ia akan mengatakan akan menjadi seorang Dokter, ketika ia melihat Polisi ia akan mengatakan akan menjadi seorang Polisi. Nah itu menghindari sikap seperti itu, agar tidak berkelanjutan, seorang Guru, bisa melakukan hal-hal sebagai berikut dalam memperkenalkan bimbingan karir pada siswa sekolah dasar.

Perencanaan pertama, tindakan dilakukan di luar sekolah, yakni, musium.
Berikut perencanaan bimbingan karir yang bisa dilakukan oleh Guru.
1.      Mengajak study tour ke musium.
2.      Guru membagi siswa  menjadi beberapa kelompok
3.      Guru meminta siswa untuk mengobservasi jenis-jenis pekerjaan
4.      Guru membagikan masing-masing kelompok, lembar observasi.
5.      Guru meminta masing-masing siswa untuk menganalisa hasil observasi.
Perencanaan kedua, tindakan dilakukan di dalam kelas.
1.      Guru memberikan pengantar mengenai bimbingan karir
2.      Guru meminta perwakilan masing-masing kelompok mempersentasikan hasil observasinya
3.      Anggota kelompok yang lain mendengarkan dan menanggapi siswa yang mempersentasikan
4.      setelah semua kelompok mempersentasikan hasil observasi, Guru memberikan kesimpulan dan penguatan mengenai bimbingan karir
C.    Evaluasi
Pada tahap perencanaan pertama, yang harus diperhatikan adalah :
1.      Guru harus memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh Siswa, ini dikarenakan siswa belajar ditempat yang terbuka, tingkat fokus siswa menjadi berkurang
2.      Guru harus memastikan jika semua siswa terlibat dalam diskusi yang telah dibentuk.
Dalam tahap perencanaan pertama, hipotesis yang memungkinkan adalah bertambahnya pemahaman kepada peserta didik mengenai jenis-jenis pekerjaan, dengan observasi yang dilakukan secara langsung. Dengan kegiatan ini maka fungsi BK sebagai pemahaman dapat tercapai dengan kegaiatan observasi secara langsung.
pada tahap perencanaan kedua, yang harus diperhatikan adalah :
1.      Guru membimbing diskusi kecil sebagai lanjutan tindakan pada perencanaan pertama yang sebelumnya telah dilakukan
2.      Guru harus mengevaluasi tindakan pada perencanaan kedua
Dalam tahap perencanaan kedua, ini merupakan bentuk evaluasi terhadap perencannaan pertama. Jadi setelah siswa melakukan observasi mengenai bimbingan karir, diharapkan mampu memberikan pemahaman yang luas terhadap berbagai jenis pekerjaan yang ada. Setelah itu tanyakan kembali apa yang menjadi cita-cita peserta didik.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan, pemilihan lapangan pekerjaan atau profesi tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki, akan tetapi bimbingan karir di sekolah dasar adalah bantuan ynag diberikan oleh Guru sebgai konselor dan peserta didik sebagai klient baik yang dimana mengintegrasikan materi pelajaran dengan bimbingan yang berkaitan dengan bimbingan karir yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik miltiple jenis-jenis pekerjaan.
Berkaiatan dengan fungsi BK sebagai fungsi pemahaman, Guru dituntut untuk memberikan pemahaman terhadap siswa yang berkaitan dengan karir. Bimbingan ini nantinya menambah wawasan siswa dalam menentukan masa depan peserta didik, selnjutnya perencanaan dan pemilihan karir dan jabatan tertentu, yang dimana tujuan utamanya adalah meransang imajinasi peserta didik untuk mampu merancang masa depan yang berguna bagi dirinya sendiri.
Dalam melakukan perencanaan bimbingan perlu memperhatikan karakteristik anak didik. ini nantinya akan membantu Guru untuk menentukan bimbingan ynag akan diberikan kepada peserta didik.
Perencanaan bimbingan karir yang dilakukan di luar kelas diaharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada siswa akan keanekaragaman profesi, setelah pemahaman ini nantinya disessuaikan dengan bakat dan kemampuan siswa dalam menentukan karinya, ini berkaitan dengan perencanaan.


[1] Ismail Thoib. Wacana baru pendidikan(Alam tara institut : Mataram.2009)h. 143
[2] Syamsul Yusuf, psikologi perkembangan anak dan remaja,(Remaja rosda karya:Bandung, 2008)h.66

Perbedaan fungsi otak




Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960. Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981. Selain itu dia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya.

Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya.

Otak kiri berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika.

Walaupun keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi setiap individu mempunyai kecenderungan untuk mengunakan salah satu belahan yang dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan. Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktivitas namun keduanya terlibat dalam hampir semua proses pemikiran.

BK (BIMBINGAN KARIR



 A.    Pengertian Bimbingan Karier.
Dalam buku Bimbingan Karier dijelaskan :
“Bimbingan Karir adalah proses pemberian bantuan kepada siswa dalam memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan mengenal kesempatan kerja, mampu mengambil keputusan sehingga yang bersankutan dapat mengelola pengembangan kariernya”. (Manrihu, 1988 : 18).
B.     Tujuan Bimbingan Karier
Secara umum tujuan  Bimbingan Karier di Sekolah sebagai berikut: “Membantu siswa dalam memahami diri dan lingkungannya dalam mengambil keputusan, merencanakan dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya”. (Sukardi,1984 : 31).
Sedangkan tujuan khusus yang menjadi sasaran pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah menurut Drs. Dewa ketut Sukardi, adalah :
  • Siswa dapat meningkatkan pengetahuannya tentang dirinya sendiri (self konsept ), 
  • Siswa dapat meningkatkan pengetahuannya tentang dunia kerja, 
  • Siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja dalam persiapan memasukinya, 
  • Siswa dapat meningkatkan keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tenntang jabatan yang  sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja, 
  • Siswa dapat menguasai keterampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunikasi, berkerja sama berprakarsa dan sebagainya.
C.    Prinsip-Prinsip Bimbingan Karier
Agar Bimbingan Karier di Sekolah dapat berfungsi dcngan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka beberapa pandangan tentang prinsip-prinsip Bimbingan Karier perlu diperhatikan para pembimbing khususnya dan administrator Sekolah pada umumnya terutama dalam penyusunan program Bimbingan Karier di Sekolah.
Secara umum prinsip-prinsip Bimbingan Karier  di Sekolah di antaranya adalah :
  • Seluruh siswa hendaknya mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian kariernya secara tepat.
  • Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadai terhadap dirinya sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial dan perencanaan karier.
  • Siswa secara keseluruhan dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikan dengan kariernya.
  • Siswa pada setiap tahap program pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang berorientasi pada karier secara berarti dan realistik.
  • Program Bimbingan Karier hendaknya memiliki tujuan untuk merangsang pendidikan siswa .
  • Program Bimbingan Karier di Sekolah hendaknya berpusat di kelas, dengan dikoordinasi oleh pembimbing disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat.
D.     Program Bimbingan Karier di Sekolah
Sesuai dengan tujuan dari pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah, yaitu secara umum bertujuan untuk membantu para siswa untuk memperoleh pemahaman diri dan pengarahan diri dalam proses persiapan diri untuk bekerja dan berguna dalam masyarakat maka dari itu untuk mencapai tujuan tersebut perlu kiranya disusun suatu program Bimbingan Karier yang di rencanakan dengan matang.
Dengan demikian penyusunan program layanan Bimbingan Karier di Sekolah memegang peranan penting dalam rangka keberhasilan pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah.
Penyusunan suatu program Bimbingan Karier di Sekolah hendaknya didasarkan pada beberapa prinsip diantaranya sebagai berikut:
  • Program Bimbingan Karier hendaknya direncanakan sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan terintegrasi.
  • Program Bimbingan Karier hendaknya disusun dengan melibatkan siswa dalam proses perkembangannya.
  • Program Bimbingan Karier hendaknya menyajikan berbagai macam pilihan tentang kesempatan kerja yang ada dalam lingkungan serta dalam dunia kerja yang menjadi cita-cita para siswa.
  • Program Bimbingan Karier hendaknya mempertimbangkan aspek pribadi siswa secara totalitas. Dengan demikian para siswa akan memiliki kemampuan untuk mengenal berbagai potensi, bakat, minat, kebutuhan diri serta nilai-nilai hidupyang dicita-citakannya.
  • Program Bimbingan Karier hendaknya diwujudkan untuk melayani semua siswa.
 E.     Pilihan Individu dan Perencanaan Karier.
 Selama menelusuri kehidupan, beberapa orang memiliki pilihan atau kesempatan untuk memilih dari pada yang lain.Contoh, diantara siswa memiliki beberapa pilihan untuk memilih seperti jurusan, jenis pekerjaan, serta bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tapi bukan berarti pilihan-pilihan tersebut akan dapat dipenuhi tanpa ada dasar yang memotivasi diri dalam diri siswa itu sendiri.
Sehubungan dengan hal ini maka sangat tepatlah tujuan dilaksanakan Bimbingan Karier di Sekolah-sekolah dalam rangka membantu mengarahkan cita-cita para siswa. Hal berikut ini mungkin akan dapat membantu siswa di sekolah diantaranya :
  • Perencanaan Karier dapat membantu siswa mempersiapkan pengambilan   keputusan.
  • Perencanaan Karier dapat membantu siswa mengembangkan beberapa   kepercayaan dalam diri sendiri.
  • Perencanaan Karier dapat membantu siswa menemukan beberapa makna dari  aktivitas siswa di Sekolah.
  • Perencanaan Karier dapat memberikan ketenangan bagi diri siswa untuk mengenal kesempatan-kesempatan yang baik yang ditemukannya di Sekolah maupun di luar Sekolah.
  • Perencanaan Karier dapat membantu siswa menentukan apa yang seharusnya dilakukan sekarang dalam kaitannya dengan apa yang diinginkan selanjutnya.
 F.     Cara Pelaksanaan Bimbingan Karier
 Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah terdiri dari dua macam tehnik pendekatan, yaitu pendekatan individual dan pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karier akan memungkinkan masalah yang bersangkut paut dengan karier dapat ditangani untuk semua siswa di Sekolah. Supaya memiliki keterampilan dalam proses pengambilan keputusan mengenai apa yang dicita-citakan pekerjaan, jabatan atau karier yang utama dimasa depan. Untuk mencapai tujuan itu para siswa perlu memahami dirinya sendiri dan lingkungannya serta dapat mengambil keputusan yang bemakna bagi dirinya.
Berdasarkan kelompok dalam Bimbingan Karier di Sekolah nampaknya menjadi suatu pendekatan bimbingan yang esensial karena dapat memberikan bantuan layanan kepada semua siswa di Sekolah. Maka dari itu pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karier dapat meningkatkan konselor propesional secara maksimal.Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah adalah sebagai berikut:
“Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah dapat ditempuh melalui dua pendekatan yakni: Pendekatan Individual yaitu dengan penyuluhan karier dan pendekatan kelompok dengan kegiatan:(1). Paket belajar, (2). Pengajaran unit, (3). Papan buletin, (4). Hari Karier dan (5). Karya Wisata Karier. (Agus suyanto, 1989: 23).
Pendapat  di atas menekankan bahwa Bimbingan Karier dilaksanakan melalui dua cara pendekatan sebagai berikut:
a.    Pendekatan Individual yaitu: Melalui penyuluhan karier. Bantuan dengan penyuluhan karier melalui dua cara:
  • Konseling tentang pemecahan kesulitan dengan tujuan mengatasi masalah yang dihadapi siswa.
  • Bantuan perorangan agar masing-masing siswa dapat memahami dirinya, memahami dunia kerja dan mengadakan penyesuaian antara dirinya dengan dunia kerja.
b.    Pendekatan Kelompok 
  • Paket Belajar, maksudnya pelaksanaan Bimbingan Karier, menggunakan lima Pendekatan Belajar yaitu:(a). Pemahaman diri, (b). Nilai-nilai, (c). Pemahaman lingkungan, (d). Hambatan dan cara mengatasinya, (e). Merencanakan masa depan.
  • Pengajaran Unit, setiap bidang studi memiliki suatu pokok bahasan yang berkaitan dengan suatu pekerjaan selama proses belajar hendaknya memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu pekerjaan selama proses belajar memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu pekerjaan sehubungan dengan dengan materi yang disampaikan.
  • Papan Buletin, maksudnya melalui papan buletin petugas BK memasang informsi. Informasi tentang berbagai jenis pekerjaan yang bahannya diambil dari guntingan. Tentang suatu pekerjaan,dan sebagainya.
  • Hari Karier, maksudnya kegiatan untuk mengisi hari-hari tertentu yang diisi dengan ceramah dari sumber tentang suatu pekerjaan.
  • Karya Wisata, maksudnya para siswa diajak berkunjung ketempat suatu pekerjaan untuk melihatdari dekat tentang suatu pekerjaan.
 G.    Hubungan Antara Hasil Bimbingan Karier Dengan Pengambilan Keputusan Dan  Lapangan Pekerjaan.
Para siswa yang melanjutkan pendidikannya, maupun yang langsung bekerja, tidak langsung demikian saja tetapi melalui suatu proses pengambilan keputusan mengenai suatu pekerjaan yang dipilihnya. Hal tersebut sangatlah kompleks dan memerlukan sebanyak-banyaknya informasi, pengetahuan,  pertimbangan,  dan didalamnya terkandung suatu harapan dan keyakinan atas apa yang di perbuat.
Hasil Bimbingan Karier merupakan salah satu input (sejumlah pengarahan informasi bagi siswa yang bersangkutan, terutama informasi tentang keadaan dirinya, pendidikan lanjutan dan lapangan pekerjaan, baik keputusan untuk melanjutkan pendidikan maupun keputusan memasuki lapangan pekerjaan. Kedua-duanya memerlukan pertimbangan lebih dahulu, terutama berkaitan dengan kemampuan diri (Keadaan diri) individu siswa yang bersangkutan.Bagi mereka yang lansung memilih lapangan pekerjaan akan menilai dirinya sendiri bidang pekerjaan apa yang cocok dengan dirinya. Bakat memberikan kecendrungan untuk memperoleh keberhasilan (Belajar / bekerja) dalam bidang tertentu. Minat memberikan kecendrungan senang atau tidak senang pada pelajaran / pekerjaan tertentu. Hal ini sangat penting untuk pengambilan keputusan tentang pekerjaan yang dicita-citakannya.Dengan melihat kemungkinan-kemungkinan di atas maka terdapat empat jalur yang dapat ditempuh para siswa SMU/MA setelah menamatkan pendidikannya, yaitu:
a.    Para siswa yang lansung terjun ke Lapangan Kerja.
b.    Para siswa yang mengambil kursus / latihan / penataran sebelum bekerja.
c.    Para siswa yang memilih melanjutkan pendidikannya ke tingkat akademi / sarjana muda.
d.    Para siswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi jenjang strata satu / S1.
H.    Bimbingan Karir Salah Satu Faktor Yang Dapat Mempersiapkan Siswa Memasuki Dunia Kerja
Bimbingan karir pada hakekatnya merupakan salah satu upaya pendidikan melalui pendekatan pribadi dalam membantu individu untuk mencapai kompetisi yang diperlukan dalam menghadapi masalah-masalah karir.
Maka dapat dikatakan bahwa bimibingan karir merupakan suatu proses bantuan yang diberikan pada individu melalui berbagai cara dan bentuk layanan agar ia mampu merencanakan karirnya dengan mantap sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan, pengetahuan dan kepribadian serta faktor-faktor yang mendukung kemajuan dirinya. Faktor-faktor yang mendukung perkembangan diri tersebut misalnya informasi karir yang diperoleh siswa dan status sosial ekonomi orang tua.
Guru pembimbing hendaknya dapat membantu siswa merencanakan karirnya sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang dimilikinya. Moh. Surya (1988:14) menyatakan bahwa tujuan bimbingan karir adalah membantu individu memperoleh kompetensi yang diperlukan agar dapat menentukan perjalanan hidupnya dan mengembangkan karir kearah yang dipilihnya secara optimal.
Pacinski dan Hirsh (1971:8) menegaskan bahwa sekolah-sekolah mendapat kesempatan yang berharga melaui proses pendidikan untuk mempersipakn siswa memasuki dunia kerja. Salah satu bentuk layanan yang diberikan sekolah dalam upaya mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja adalah bimbingan karir di samping kegiatan kurikuler. Melalui bimbingan karir siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang dirinya, pengenalan terhadap berbagai jenis sumber-sumber kehidupan serta penghargaan yang objektif dan sehat terhadap karir.
Untuk mengantar siswa ke gerbang masa depan (pendidikan dan pekerjaan) yang diharapkan, program bimbingan karir yang dicanangkan di sekolah merupakan wadah yang tepat untuk itu. Melalui kegiatan bimbingan karir, siswa dibekali dan dilatih dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan apa, mengapa dan bagaimana merencanakan masa depan. Artinya siswa mulai dari kelas satu sampai tamat SMK dilatih, dibimbing untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana merencanakan karir sepanjang hidup (career life span).